Maspolin.id

Pelaku Pembuangan Bayi Jeruklegi Ditahan di Rutan Polres Cilacap

Cilacap – Kepolisian Sektor (Polsek) Jeruklegi, Cilacap, belum lama ini berhasil mengungkap kasus pembuangan bayi laki-laki.

Diduga, bayi tersebut dibuang oleh ibu kandungnya.

Itu diungkapkan Kapolres Cilacap AKBP Djoko Jullianto melalui Kapolsek Jeruklegi AKP Bambang Ismanto mengungkapkan, Kamis (20/12/2018), saat melakukan pelimpahan tersangka di Rutan Polres Cilacap.

Dijelaskan, kejadian bermula pada hari Selasa, 4 Desember 2018 menjelang shalat Maghrib, di mana warga RT 03 RT 04 Dusun Cidungun, Desa Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi, Cilacap dihebohkan dengan penemuan bayi laki-laki yang masih ada plasentanya di bawah jendela di semak-semak samping rumah salah satu warga.

“Kondisi bayi laki-laki tersebut dalam keadaan sehat, diletakkan di dalam kardus warna coklat dengan dibalut kain warna putih sampai ke lutut, posisi kedua tangan di dada dan ari-ari masih menempel di pusar,” beber Bambang.

Menurutnya, diperkirakan usia bayi saat ditemukan adalah 4 jam pasca dilahirkan.

Saat ada laporan, pihak petugas Polsek Jeruklegi yang dipimpin Kanit Reskrim Ipda Mohamad Ibnu Sahid melakukan olah TKP yang dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi untuk keperluan penyelidikan.

Bayi laki-laki tersebut kemudian dirawat di Puskesmas Jeruklegi. Barang bukti (BB) yang ditemukan di TKP lantas diamankan di Polsek Jeruklegi untuk proses selanjutnya.

Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi pada Kamis, 6 Desember 2018 petugas berhasil menangkap seorang perempuan berinisial RS (24), warga Jalan Melon, Desa Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi, Cilacap, yang berstatus janda.

RS diduga sebagai pelaku yang merupakan ibu kandung dari bayi tersebut.

Kapolsek kembali menerangkan, dari hasil pemeriksaan bahwa pelaku merasa malu dan takut diketahui orang tuanya atau orang lain dirinya melahirkan anak di luar nikah, sehingga nekat membuang bayi yang baru dilahirkannya.

Dan, RS akan menerima konsekuensi hukum yakni mempertanggungjawabkan perbuatannya dan bakal dijerat dengan Primair 76B Jo 77B UU Nomor 17 Tahun 2016 perubahan atas UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak subsider Pasal 308 KUHP tentang Meninggalkan dan/atau Menelantarkan Anak yang Baru Dilahirkan oleh karena ketakutan atau diketahui orang saat dia melahirkan anak, dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. (Estanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *