Maspolin.id

Bupati Bojonegoro Hadiri Raker Pimpinan Baznas Di GDK

Bojonegoro,Maspolin.id – Bertempat di Hotel Griya Darma Kusuma (GDK) Baznas menggelar rapat kerja Pimpinan Baznas Kabupaten Bojonegoro tahun 2018/2019 dan dihadiri oleh Bupati Bojonegoro, Kabag Kesra, Kemenag, dan anggota BAZNAS pada hari selasa tanggal 25/12/2018.

Ketua BAZNAS Bojonegoro Agus menyampaikan bahwa Baznas merupakan lembaga pemerintah non struktural, namun dalam menganggkat fungsionaris Baznas harus melalui Pemkab dan mendapat persetujuan Baznas Provinsi.

Baznas ada karena kebutuhan lembaga yang mengelola dan mengurusi urusan masalah zakat.

“Lembaga baznas adalah lembaga yang mandiri dan kegiatan baznas bertanggungjawab kepada pemkab dan juga Baznas dan provinsi”terangnya.

Agus menambahkan,Kegiatan ini merupakan amanat UU untuk melakukan RKA sebelum akhir tahun. Dalam menarik masyarakat untuk membayar zakat  baznas menggunakan pendekatan yang komunikatif, sehingga masyarakat dapat mengeluarkan zakatnya dengan rutin.

“Selain itu kedepan diharapkan adanya sistem Mustakhik information, dimana adanya informasi tentang penerima zakat”tambahnya.

Kepala Kemenag Bojonegoro Drs. Syamsuri, M.Pd menyampaikan bahwa dengan adanya baznas yang sesuai amanat UU ini diharapkan dapat mendongkrak zakat yang dikeluarkan oleh masyarakat Bojonegoro.

Untuk meningkatkan zakat di Bojonegoro diharapkan adanya instruksi bupati atau bahkan mungkin perda tentang zakat. Selain itu peningkatan zakat dapat diambil dari instansi vertikal yang ada di Bojonegoro, sehingga bisa mendongkrak pengeluaran zakat di Bojonegoro.

“Diera globalisasi ini diharapkan dapat menyebarkan informasi mengenaik pentingnya zakat dengan menggunakan media sosial”ucap Samsuri.

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah menyampaikan bahwa potensi zakat di Bojonegoro sangat besar, dimana itu bisa untuk membantu masyarakat Bojonegoro.

Dalam pengelolaan zakat yang berasal dari pihak ke-2 atau ke-3 ini baznas harus bisa mempertanggungjawabkannya serta adanya transparansi dalam pengelolaan zakat yang sudah dibayarkan.

Dengan begitu akan munculnya kepercayaan kepada Baznas dalam pengelolaan zakat. Kalau perlu harus ada laporan pertanggungjawaban yang di share ke media, sehingga masyarakat bisa mengetahui transparansi dalam pengelolaan zakat.

“Kedepan diharapkan adanya digitalisasi data bagi orang-orang yang menerima zakat”Pungkasnya.

Gondrong/Hum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *