Maspolin.id

Isu Babi Ngepet Di Jombang Adalah Hoax, Dan Ini Yang Benar….

Jombang,Maspolin.id — Kasus pencurian yang sempat meresahkan warga perumahan Astapada dan perumahan Tambakrejo Asri, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. Akhirnya bisa terungkap, dengan di tangkapnya seorang pelaku oleh unit Resmob I Polres Jombang, Jawa Timur, pada hari Senin lalu.

Pelaku tersebut bernama Suprapto (38), warga Desa Jokerto, Kecamatan Perang, Kabupaten Magetan. Dengan ditangkapnya pelaku, bisa mengungkap pencuri sebenarnya yang sempat viral di Media Sosial (Medsos) bahwa pelaku adalah ,babi ngepet, seperti asumsi warga sebelumnya, ternyata bukan.

Hal itu diungkapkan warga bukan tanpa sebab, karena ulah unik pelaku saat melancarkan aksi jahatnya di salah satu rumah warga. Dirinya keperegok pemilik rumah saat mencuri, akhirnya pelaku menakut-nakutinya dengan berjalan merangkak layaknya seekor babi. Bahkan pelaku juga melepas semua pakaiannya dan hanya tinggal mengenakan celana dalam.

Menurut Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Gatot Setyobudi, pelaku yang belakangan diketahui sebagai penjual kelapa, dia melakukan aksinya seperti itu, karena dirinya merasa takut setelah ketahuan saat mencuri, dan agar warga yang mengetahui aksinya berbalik menjadi takut dan berasumsi bahwa itu babi ngepet.

“Pelaku ini tidak menggunakan ilmu gaib saat beraksi, tapi pelaku ketakutan saat ketahuan mencuri. Akhirnya dia menakut-nakuti warga dengan cara merangkak serta melepas baju dan celananya. Jadi pelaku bukan babi ngepet,” terangnya, saat Press Release di Polres Jombang, Rabu (9/1/2019)

Lanjut Gatot, dari hasil interogasi pelaku telah mengakui perbuatannya. Dan menurut pengakuannya, pelaku sudah melancarkan aksinya sebanyak sembilan TKP (Tempat Kejadian Perkara) dari dua lingkungan perumahan setempat. Bahkan sebelumnya, tersangka ini merupakan seorang resedivis, dan dia pernah ditahan di Solo karena menjadi penadah hasil kejahatan. Dengan sangkaan pasal 480 KUHP karena pertolongan kejahatan.

Dalam aksinya, pelaku mencari rumah tingkat lantai dua yang rata-rata tidak terkunci, dengan cara memanjat tembok rumah. Bahkan, salah satu rumah yang jadi sasaranya milik anggota polisi, dan dari situ pelaku berhasil menggondol uang sebesar Rp 60 juta.

“Sasaranya adalah rumah tingkat lantai dua yang tidak terkunci, dengan hasil kejahatannya bervariasi dari Rp 500 ribu dan yang terbanyak Rp 60 juta, tapi ada juga barang bukti berupa Handphone,” pungkasnya.

Kini, tersangka harus mempertanggung jawabkan perbuatanya. Dan akan dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, yang ancaman hukumanya tujuh tahun penjara.

Jajang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *