Maspolin.id

Kapolresta Depok: Bakal Ada Tersangka Baru

MASPOLIN.ID.-DEPOK- Penyidik Polres Depok tidak pernah ada niatan untuk berlama-lama dalam mengajukan berkas kasus dugaan korupsi mantan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail (NMI) dan mantan Sekda setempat Harry Prihanto (HP) untuk kembali melimpahkan kasusnya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok.

“Ngak ada niatan untuk mengulur waktu dan berlama lama untuk kembali melimpahkan berkas kasus tersebut,”  tegas Kapolres Depok Kombes Pol Didik Sugiarto didampingi Kepala Pengadilan Negeri (PN) Depok Soebandi di kantoe PN Depok, Rabu (16/01/2019).

Dikatan Didik, memang betul berkas itu sudah tiga kali dikembalikan pihak Kejari Depok karena belum lengkap dan pihaknya melalui tim penyidik Tipikor Polres Depok terus memperbaiki kekurangan berkas sesuai saran dari penyidik Kejari Depok.

“Do’a kan saja pekan depan sudah kembali lengkap dan siap diserahkan lagi berkas yang diperbaiki ke Kejari Depok. Bahkan, kemungkinan bakal ada tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pembebasan dan pelebaran Jl. Raya Nangka yang diduga merugikan negara Rp 10 miliar lebih,” ucap Didik Sugiarto.

Didik sekali lagi mohon do’a nya saja agar semua berkas sudah lengkap dan akan langsung diserahkan ke Tipikor ke Kejari, imbuhnya yang mengaku tim penyidik Tipikor Polres Depok tengah bekerja keras menuntaskan berkas tersebut.

Kasus dugaan korupsi mantan Walikota Depok NMI dan Sekda setempat HP yang diduga melakukan tindak pidana korupsi pelebaran dan pembebasan Jl. Raya Nangka, Cimanggis sebesar Rp 10 miliar lebih, beberapa waktu lalu sempat dikembalikan pihak Kejari Depok atau sudah P 19.

Sebelumnya, Kajari Depok Sufari, juga menegaskan tidak ada unsur mengulur waktu dalam kasus dugaan korupsi terhadap mantan Wali Kota dan Sekda Depok kaitan pembebasan Jl. Raya Nangka, Tapos yang diduga merugikan negara Rp 10 miliar lebih. Berkas memang dikembalikan untuk ke tiga kali ke tim penyidik Tipikor Polres Depok untuk dilengkap walaupun sudah P 19.

“Pihaknya telah mengembalikan berkas tersebut dan kini tinggal menunggu perbaikan atau penambahan berkas yang kurang. Tidak ada keharusan berapa kali bolak balik untuk diperbaiki berkas tersebut ke tim penyidik Polres Depok jika sudah lengkap pasti akan diajukan ke pengadilan,” pungkasnya. (AP/AR/Maspolin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *