Maspolin.id

GARA – GARA TELAT MEMBERSIHKAN JALAN, PROYEK HELIPAD AURI CIKOPO RAMAI DI MEDSOS

Purwakarta. Maspolin.id – Polemik adanya proyek pembangunan Lanud Suryadarma Subang di Desa Cikopo, Bungursari Purwakarta, kembali mencuat di sosial media.

Sejumlah akun sosial media memposting kondisi jalan yang tertutup tanah merah saat hujan.

Bahkan informasi itu pun mendapat perhatian dari sejumlah pejabat Pemda Purwakarta, termasuk Mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi.

Guna meluruskan masalah yang tengah ramai itu, Wakil Bupati Purwakarta, Aming, serta Plt Sekda, Iyus Permana mengunjungi langsung proyek pembangunan helipad pada Jumat (25/1/2019).

Jajaran Pemkab Purwakarta pun langsung bertemu dengan Ketua tim aset Lanud Suryadarma, Kolonel AU Budhi Ariva Chaniago di lokasi proyek.

Selaku Kepala Dinas Logistik Lanud Suryadarma mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan petugas untuk membersihkan jalan secara rutin.

“Jalan tersebut tidak kami dibiarkan kotor, kami ada petugas untuk membersihkan. Petugas kebersihan belum bisa maksimal membersihkan jalan karena kondisi jalan yang ramai, diantaranya keluar masuk karyawan (pabrik) yang ada di sepanjang jalan,” kata Budhi menjelaskan.

Bahkan proyek tersebut kini terhambat karena ulah segelintir orang yang sering kali mencari-cari dan mempermasalahkan proyek.

Ia pun menyebut bahwa dengan adanya proyek TNI AU di lokasi tersebut, pihaknya tidak dengan seenaknya menutup mata.

Bahkan diketahui, petugas kebersihan yang ditugaskan oleh pihak Suryadarma adalah warga desa Cikopo.

Dia mengaku telah bersinergi dengan masyarakat dan lingkungan sekitar proyek. Seperti halnya memberi bantuan pembangunan masjid yang lokasinya tidak jauh dari pembangunan helipad.

“AURI juga telah berikan sejumlah kompesasi, itu atas permintaan dari lingkungan dan kami berusaha penuhi. Namun saya sayangkan terkait informasi yang mencuat itu tidak ada konfirmasi ke pihak kami,” ujarnya tegas.

Budhi menyebut bahwa kondisi jalan yang kotor itu tidak didiamkan begitu saja hingga berhari-hari.

Hanya selang beberapa jam, atau saat hujan telah reda, dan kondisi jalan tidak terlalu ramai, pihaknya langsung menginstruksikan petugas untuk membersihkan jalan.

Terkait jalanan yang kotor, Budhi menjelaskan bahwa hal itu disebabkan adanya mobil truk yang mengangkut material bahan bangunan AURI

Apalagi saat memasuki musim hujan, diakuinya proyek penggalian dan pembuangan tanah dihentikan sementara.

“Selama cuaca hujan tidak ada kegiatan aktivitas pembuangan tanah. Selain itu penyebab jalan kotor itu karena adanya lintasan mobil dari proyek lain, dan kalaupun ada pengendara jatuh, saya minta bawa orangnya kesini kami tanggung jawab kalau memang disebabkan proyek ini, disini jelas ada Posnya dijaga 24 jam,” ucap Budhi menambahkan.

Sementara itu, menurut Dedi Mulyadi, SH tokoh masyarakat Purwakarta, juga mantan Bupati dua Priode, menanggapi terkait proyek AURI menurutnya, “apabila ada LSM yang memanfaatkan situasi dengan meminta sejumlah uang, harap jangan di berikan,” kata Dedi di lokasi.

Lanjut Dedi mengatakan, Bagi dirinya yang penting adalah yang menjadi permasalahan itu, di selesaikan dengan cara membersihkan jalan lingkungan, sehingga kedepannya tidak timbul lagi permasalahan, dan kejadian ini seolah-olah ini terkesan di dramatisir,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *