Maspolin.id

Derita Winda: Kaki Lumpuh, Suami Kawin Lagi

Purbalingga, Maspolin.id – Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Ibarat pepatah, begitulah kini kondisi Winda Iriyanti, warga Desa Tlahab Lor RT 02 RW 03, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah.

Ditemui di rumahnya yang sederhana, Winda tampak sedang rebahan di kasur yang digelar di ruang tamu.

Wajahnya terlihat memelas, seperti sedang menahan sakit yang lama. Dia harus menanggung beban berat dalam hidupnya. Betapa tidak, karena kedua kakinya makin mengecil dan dingin hingga lumpuh total, badan Winda juga semakin kurus.

Sehari-hari tinggal di rumahnya, Winda hanya ditemani anak laki-lakinya yang sekolah di SD.

Di samping pembaringannya ada air putih dalam gelas, masih separuh dan belum juga diminum. Juga buah rambutan kecil-kecil pemberian orang, tinggal beberapa buab tersisa di dalam plastik di samping tempat tidur Winda.

Menengok ke kamar, ternyata suasananya amburadul, pakaian kotor berserakan. Di kamar tidur lainnya ada kasur yang sudah menghitam dan kumal, digelar di lantai bawah. Dua baskom plastik untuk sekadar mewadahi bocoran air hujan tergeletak di situ.

Yang lebih memiriskan, suami Winda pergi entah ke mana, dan dikabarkan menikah lagi.

Sambil meneteskan air mata, Winda terkadang mengaduh, sesekali matanya menerawang jauh, seakan melihat dunia begitu kejam dan tidak memihaknya.

Anak perempuannya yang sekolah di SMP juga butuh sangu ke sekolah. Anak laki-lakinya yang masih duduk di bangku SD juga butuh perhatian bapaknya. Namun, kasih sayang dari bapaknya pupus sudah. Terkadang dia minta sangu dan kepayahan saat pulang dari sekolah.

Winda merasa bingung, karena untuk makan sehari-hari saja mengandalkan kebaikan orang lain. Pemberian orang lain yang masih kerabat dan para tetangga dekat.

“Kadang saya menangis sendiri melihat keadaan saya sendiri, bahkan miris melihat anak-anak saya yang butuh makan dan tempat yang layak. Kami hanya bisa mbrebes mili (menangis tersedu) dan berdoa setiap malam agar kami tetap kuat menjalani,” kata Winda yang air matanya menetes tiada henti.

Derita Winda ini ternyata sampai ke Plt Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi.

Beserta jajarannya di Pemkab Purbalingga, Dyah langsung terjun ke rumah Winda sambil memberikan bantuan.

“Kami concern dan serius menangani warga yang sangat membutuhkan uluran tangan,” katanya saat menjenguk Winda, Senin (28/1/2019).

Menurut Dyah, pihakanya memerintahkan semua jajaran di Pemka agar selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat lemah.

“Bahkan, Rusi (rumah singgah) sudah dipersiapkan Dinsos, dan segera beroperasi,” imbuhnya.

Urus Winda

Sementara itu, Pendamping PKH Kabupaten Purbalingga, Nofi dan TKSK setempat telah melakukan pendampingan layanan sosial terhadap Winda sejak sekitar 8 hingga 10 bulan lalu.

Kondisi ini tidak menyurutkan langkah sejumlah pendamping bentukan Kementerian Sosial RI. Karena, selain Winda mendapatkan bantuan dana melalui Program Keluarga Harapan (PKH), juga TKSK sudah meminta bantuan ke Dinsos setempat.

Menurut Nofi, untuk Tahun 2019 melalui APBD, TKSK setempat telah memasukkan data Winda sebagai penerima bantuan sosial dana per bulan sebesar Rp 300.000.

“Waktu itu SK Bupati terkait bansos dana Rp 300.000 sudah keluar, terus kami baru mendapatkan laporan kasus Winda. Jadi, tahun 2018 tidak bisa mendapatkan bansos,” kata TKSK Karangreja, Dariyanto.

Masih menurut dia, pemantauan secara berkala dilakukan karena keluarga ini tidak ada yang mencarikan nafkah untuk kehidupan sehari-hari. Hanya kebaikan para tetangga dan saudara dekat sangat dibutuhkan. Ini layanan non panti yang dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat.

“Sifat antipati bagi kehidupan sosial bertolak belakang dengan akar budaya bangsa kita. Sifat kesetiakawanan sosial dan gotong-royong-lah bagian roh kehidupan dan falsafah bangsa ini, harus diuri-uri,” tandasnya.

Pihaknya melalui Paguyuban Sosial Adireja, Desa Tlahab Lor juga berperan memberikan bantuan 2 kasur, kursi, meja, dan dispenser untuk meringankan kebutuhan sehari-hari mereka. (Dariyanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *