Maspolin.id

Patron Institute Audiensi Ke Bupati Sergai

Serdang Bedagai Maspolin.id — Patron Institue akan menobatkan Bupati Sergai Ir H Soekirman sebagai Keynote speaker pada kegiatan dialog bersama dengan tema ZERO CONFLICT LEADER yang rencananya akan dilaksanakan pada 22 Februari 2019 bertempat di Unimed Medan. Dalam dialog itu Patron Institue menilai bahwa Bupati Ir H Soekirman memenuhi Kriteria dalam penilaian serta memiliki kualitas sebagai pemimipin yang dapat meredam dan menyelesaikan konflik yang sangat baik dan tidak melebar kemana-mana.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Patron Institue Fajar Sidiq saat menggelar audiensi dengan Bupati Sergai Ir H Soekirman diruang aula kantor Bupati Sergai di Sei rampah Sumatera Utara, Jumat (1/2). Dalam audiensi itu Fajar Sidiq mengucapkan terima kasih atas waktu dan penerimaan yang diberikan kepada Patron Institute.

Menurut dari penelitian Patron Institute, saat ini di Pulau Sumatera baru ada sosok Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) yang bisa memenuhi kriteria ZERO CONFLICT LEADER, setelah itu kemudian Bupati Sergai Ir H Soekirman. Hal ini agar memotivasi kaum muda untuk mengetahui dan memahami status ZERO CONFLICT LEADER tersebut. Sebagai syarat yang sangat penting dalam membangun daerah serta faktor-faktor apa saja yang harus dipenuhi guna meraih status tersebut.

Semangat yang akan kita bawa nantinya agar generasi muda dapat berfikir kritis dan memakai akal sehat untuk melakukan kegiatan positif guna memerangi peredaran narkoba serta memiliki Inovasi dalam hal melakukan perubahan-perubahan guna berkontribusi dalam pembangunan bangsa, kata Fajar Sidiq.

Pada kesempatan itu Bupati Ir Soekirman menyambut baik sekaligus gembira dan memberikan apresiasi atas perhatian dari Patron Institute, terlebih lembaga ini tidak ikut-ikutan membahas politik, keluar dari pembahasan umum guna memberikan gebrakan agar membangkitkan gairah dan semangat kaum muda untuk membangun bangsa yang bukan hanya melalui jalur politik.

Oleh karena itu Soekirman, sangat bangga dan kagum atas rencana kegiatan dari Patron Institute tersebut yang murni merupakan pengkajian satu sistem pemerintahan sehingga nantinya dialog tersebut akan dapat memberikan efek positif bagi generasi muda khususnya mahasiswa, bilangnya.

Bupati Soekirman juga berpesan, kepada para pemuda terkhusus di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat untuk menyatukan Visi misi dan inovasi seperti seni budaya. Hal ini bisa menjadi contoh positif menjadi kebanggaan anak Sergai nantinya, bukan hanya mengurusi Sergai saja, dengan dibuktikan nantinya akan mengurusi Indonesia, pesannya.

Kemudian Ide dan gagasan juga disampaikan Bupati Soekirman, agar dapat disoroti oleh Patron Institute seperti tentang otonomi daerah, seni budaya, ataupun sejarah dan latar belakang terbentuknya suatu daerah. Sebagai contoh Kabupaten Sergai yang mengangkat kearifan lokal dengan membuat Peraturan Kepala Daerah tentang pemakaian Baju Melayu dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sergai. Hal ini yang merupakan sebuah inovasi di Indonesia, dan saat ini kearifan lokal ini telah diikuti oleh Kabupaten Langkat.

Atas dialog bersama ini, sambung Soekirman yang digelar Patron Institutue mengambil tema ZERO CONFLICT LEADER, itu berkorelasi dengan pencapaian keberhasilan sejumlah prestasi diKabupaten Sergai antara lain peringkat terbaik di Sumut dari Korsupgah KPK RI sebagai daerah yang baik dalam pengalokasian anggaran. Lalu pencapaian keberhasilan meraih ZONA HIJAU dari Ombudsman RI, serta yang terbaru adalah meraih Nilai B SAKIP dari Kemenpan-RB RI.

Selain itu kekompakan Bupati dan Wabup Sergai yang selalu dibangun dengan Forkopimda serta jajaran pemerintah daerah juga dengan masyarakat menjadi faktor penting sehingga segala potensi konflik yang timbul dapat segera diantisipasi dengan baik, kata Bupati Soekirman.

(Surya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *