Maspolin.id

Seorang Pria Di Jombang Mengamuk Dan Bertapa Di Sungai Mojokrapak, Ini Penyebabnya

Jombang,Maspolin.id – Seorang pria yang mengenakan jaket merah dengan bawahan putih serta melilitkan kain menyerupai sorban dilehernya dan memakai songkok hitam, nekad menceburkan diri beserta sepeda motornya ke dalam Sungai di Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu (03/2/2019) siang, sekitar pukul 14.00 WIB.

Sontak, aksi pria yang belakangan diketahui bernama Rendi Kusuma (34) warga Desa Mojongapit, Kecamatan/Kabupaten Jombang itu, menjadi perhatian warga sekitar serta pengguna jalan yang lewat di Jalan Raya Jombang – Ploso itu. Sehingga menyebabkan kemacetan, karena banyaknya pengguna jalan yang berhenti di situ.

Menurut keterangan Jaelani salah seorang warga yang berada di lokasi, awalnya Rendi sedang mengendarai sepeda motor Mega Pro nopol S 5197 XK dari arah selatan melaju ke utara. Begitu sampai lokasi kejadian, di bendungan Desa Mojokrapak dirinya menghentikan laju motornya dan turun dari atas kendaraannya. Tiba-tiba, dirinya mengamuk dan meceburkan motornya ke sungai.

“Saya tidak tau penyebabnya, cuma taunya dia tiba-tiba mengamuk dan setelah itu sepeda motornya di ceburkan kesungai. Usai sepeda motornya, terus dirinya pun ikut nyebur ke sungai,” terang Jaelani.

Bugitu berada di dalam sungai, orangnya berenang ke tengah saluran air. Setelah lama berenang, kemudian dia berhenti ditengah dan berdiam diri dengan posisi seperti sedang bertapa. Bahkan, ketika akan ditolong oleh warga malah ngamuk lagi.

“Nggak tahu kenapa, saat akan ditolong oleh warga malah ngamuk. Beruntung, setelah pihak Polisi datang dan membujuknya untuk naik ke atas, dengan dibantu warga. Akhirnya, mau naik orangnya dan berhasil diamankan petugas kepolisian,” imbuhnya.

Sementara, Kapolsek Tembelang Akp Ismono Hardi membenarkan kejadian ini. Dan setelah berhasil mengamankan Rendi, pihaknya langsung membawa Rendi kembali kepada keluarganya. Penyebab Rendi nekad berendam di sungai, Kapolsek menyebut hal ini dikarenakan kondisi Rendi yang tiba-tiba saja tidak stabil.

“Korban sudah kita serahkan kembali kepada keluarganya untuk dirawat. Sedangkan korban nekad melakukan hal seperti ini, menurut dari keterangan pihak keluarga, korban ini pernah mendalami ilmu kebatinan,” pungkas AKP Ismono Hardi.

Jajang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *