Maspolin.id

Dokter RSUD Ploso, Menolak Rawat Inap Jurnalis TV One Yang Terlibat Kecelakaan

JOMBANG,Maspolin.id – Buruknya pelayanan rumah sakit berplat merah terhadap masyarakat masih saja terjadi. Kali ini menimpa salah satu Jurnalis sebuah televisi swasta yang sehari-harinya bertugas di Kabupaten Nganjuk, yang mengalami kecelakaan di Jalan Raya Desa Bawangan, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (04/2/2019) malam, sekitar pukul 22.00 WIB.

Korban diketahui, bernama Romza (28) seorang jurnalis asal Dusun Brumbung, Desa Mangunan, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang. Yang mengalami kecelakaan, saat akan pulang ke rumahnya dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio nopol S 4693 YS, usai bekerja.

Diketahui sebelumnya, Romza terlibat kecelakaan dengan sebuah truk Tronton Hino nopol L 9253 UB yang dikemudikan oleh Miftachul Karim (46)warga Dusun Jembrung, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang berjalan searah didepanya dari arah selatan ke utara.

Pada saat sampai di lokasi kejadian, karena kondisi jalan yang licin akibat diguyur hujan dan gelap karena minimnya lampu penerangan, sehingga kendaraan korban menabrak bagian belakang truk Tronton Hino. Akibatnya, korban mengalami luka cukup parah.

Kejadian itu pun, langsung ditangani petugas kepolisian. Oleh petugas, korban yang mengalami luka cukup serius pada bagian mulut dan hidung, langsung dilarikan ke RSUD Ploso guna mendapat perawatan medis.

Namun aneh, setelah beberapa jam menjalani perawatan di UGD, akhirnya sekitar pukul 00.00 WIB, dokter yang melakukan perawatan tiba-tiba mempersilahkan korban untuk pulang.

Korban dipersilahkan pulang oleh Dokter dengan alasan baik-baik saja, karena tidak mual, muntah serta pusing, padahal pada saat itu, dari mulut dan hidung korban terus mengeluarkan darah. Atas keterangan dokter itu, yang belum diketahui namanya tersebut. Pihak keluarga korban, mengaku bingung dan sempat meminta agar korban dirawat inap di RSUD Ploso, sebab dari hidungnya masih mengalami pendarahan.

Tapi dengan alasan seluruh ruangan yang berada di RSUD tersebut penuh, sang dokter tidak mengizinkannya. Karena masih merasa takut dengan kondisi Romza, pihak keluarga juga sempat meminta agar RSUD Ploso merujuk korban ke RSUD atau rumah sakit lain, tapi lagi-lagi sang dokter menolak.

Atas inisiatif sendiri, pihak keluarga kemudian melarikan korban ke Rumah Sakit Al-azis yang berada di Kecamatan Tembelang. Begitu sampai, korban langsung ditangani dengan intensif.

Setelah diperiksa intensif, Dokter di Rumah Sakit Al-azis berhasil menemukan ada salah satu gigi korban yang masuk ke tulang rahang atas, akibat kecelakaan. Sehingga dari hidung korban, terus mengalami pendarahan dan harus segera menjalani operasi. Perbedaan diagnosa Dokter di RSUD Ploso dan Rumah Sakit Al-azis ini tentu saja membuat korban dan keluarganya bingung.

Mendapatkan keterangan seperti itu dari korban dan keluarganya, saat menjenguk Romza di kamar operasi, ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Majapahit, Mukhtar Bagus, mengaku sangat kaget dan sangat menyayangkan atas pelayanan RSUD Ploso tersebut.

“Kita nggak bisa bayangkan, sudah berapa banyak masyarakat yang diperlakukan seperti ini, saat ingin berobat ke rumah sakit milik pemerintah. Karena ini sangat ceroboh, masak dengan alasan tidak ada kamar pasien yang masih pendarahan disuruh pulang,” Ujar Mukhtar Bagus, Selasa (05/2/2019) malam.

Selanjutnya, Mukhtar pun mengadukan masalah tersebut kepada Bupati Jombang, Mundjidah Wahab. Mukhtar, mendesak Bupati Jombang segera memperbaiki kualitas layanan petugas medis di RSUD maupun puskesmas agar tidak ada lagi masyarakat yang dirugikan.

“Kalau hal seperti ini dibiarkan, akan berapa banyak lagi pasien yang masuk ke rumah sakit tidak bisa mendapat pelayanan hingga tuntas dan diperlakukan sama seperti Romza,” pungkas Mukhtar Bagus.

Jajang

2 thoughts on “Dokter RSUD Ploso, Menolak Rawat Inap Jurnalis TV One Yang Terlibat Kecelakaan

  1. Rumah sakit swasta lebih bagus pelayanannya. Baik kpda pasien umum, biaya mandiri, bpjs, jkn, kis.. Karena sya pribadi pernah mendapat perlakuan kurang baik dr pukesmas, bahkan salah diagnosa. Minta rujukan tdk boleh dipaksa rawat inap disitu, tp kondisi makin parah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *