Maspolin.id

Sekilas Babe Stanley, Sang Pelopor Dan Pendiri Maspolin


JAKARTA – Maspolin.id – S Stanley Sumampouw memiliki banyak panggilan akrab di Maspolin. Ada yang memanggil beliau dengan Babe. Ada juga yang memanggil dengan bapak, komendan, abang, boss, ayah bahkan opa. Jika ditanya akan banyaknya jenis panggilan terhadap dirinya tersebut, beliau selalu berkata; “Biarlah… karena panggilan terhadap saya itu merupakan ekspresi perasaan orang yang memanggilnya. Jadi biarkan mereka memanggil saya senyaman perasaannya terhadap saya..” begitu selalu jawaban Babe.

Babe S Stanley Sumampouw, adalah seorang pengusaha yang tinggal di Jakarta, yang dengan pengalamannya sebagai profesional dan berpengalaman memimpin banyak perusahaan dan interaksi puluhan tahun dengan polri secara institusi maupun personal, beliaulah yang mengajak rekan-rekannya mendirikan Perkumpulan yang sekarang kita kenal dengan nama Maspolin (Masyarakat Polisi Indonesia).

Dalam rangka melengkapi legal formal Perkumpulan Maspolin, Babe Stanley mengundang seluruh pendiri termasuk Saya Gus Gondrong, DP Handayani, Adi Rakasiwi dan rekan Maspolin lain di apartemen miliknya di Poins Square Lebak Bulus Jakarta Selatan, untuk mengadakan Rapat Internal Pendiri dan rapat penyusunan pembuatan Draft AD/ART pada hari Jum’at hingga hari Minggu 3 Februari 2019.

Singkat cerita, kesan mendalam saya semenjak saya tinggal di apartemen milik Babe selama kurang lebih 4 hari, saya baru tahu sosok Babe Stanley secara dekat. Tidak seperti yang saya kira sebelumnya, sangar, ketat, keras, namun sebaliknya beliau sangat rendah hati, sederhana, santai, dan sangat perhatian serta memiliki rasa kasih sayang yang tinggi pada semua anggotanya termasuk saya. He..he..he..

Perhatian serta kasih sayang itu beliau perlihatkan ketika menyiapkan kamar apartemen dan jamuan makan yang beliau berikan ke anggotanya, sangat memuaskan dan membuat takjub saya.

Disaat makan bersama beliau tidak membeda-bedakan menu. Menu yang beliau pesan selalu dengan porsi besar untuk kita makan bareng-bareng.

Perlakuan Babe seperti itulah yang mungkin membuat kami para anggota Maspolin bertumbuh rasa saling kompak, menjaga kebersamaan dan memiliki rasa tanggung jawab yang besar. Beliau benar-benar sangat memperhatikan kami.

Ketika setelah saya kembali pulang ke rumah, hanya dalam beberapa jam saja perjalanan dari Jakarta nenuju Bojonegoro rasa rindu dan haru menyelimuti perpisahan saya dengan Babe. Mudah mudahan segala yang saya dapatkan dari Profil sang Babe Stanley bisa menjadi teladan dan contoh bagi saya untuk terus belajar dan belajar agar menjadi orang yang selalu rendah hati serta memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi baik dalam urusan persahabatan, organisasi, keluarga maupun pergaulan didalam masyarakat.

Salam hormat dan Sejahtera Dari Kami untuk Babe dari Gus Gondrong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *