Maspolin.id

KIKIR

Oleh: S Stanley Sumampouw

Suatu siang saya dipanggil oleh boss besar saya. Hal yang dibicarakan adalah, bahwa untuk ekspansi salah satu group usaha, kita perlu mengambil alih aset yang kebetulan milik seorang mantan direktur disuatu BUMN penting. Saya ditugaskan untuk melakukan negosiasi dan membentuk tim untuk pengambil alihan aset tersebut.

Singkat cerita dibuatlah janji2 dan waktu pertemuan dengan sang mantan pejabat, sebut saja bapak R. Ditentukan pertemuan dilaksanakan pada hari sabtu pagi dirumah dia di daerah perumahan elite Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Agar perundingan berjalan baik dan untuk kesuksesan negosiasi, saya sengaja membawa seorang teman saya yang adik dari pimpinan si bapak R. Jadi kakak teman saya ini pernah menjadi Direktur Utama dari BUMN tempat bapak R bekerja yang waktu itu menjabat sebagai direktur komersiel. Jadi adik bossnyalah… Hahaha….

Sesampainya saya dirumah bapak R saya tertegun melihat rumah besar dan mewah di depan saya. Rumah bagus bertingkat dan asri dipenuhi oleh pepohonan besar. Saya di turunkan oleh sopir saya diteras rumah yang sebenarnya pantas dibilang dengan lobby, lalu mobil diarahkan oleh satpamnya untuk masuk parkir di basement. Di teras rumah saya melihat beberapa rekan kerja saya sudah lebih dulu datang dan pantas saja saya tidak melihat kendaraan mereka, karena ternyata rumah tersebut memiliki basement untuk tempat parkir.
Kita menunggu tidak lama ketika bapak R datang lalu kita bersalaman dan dengan ramai bapak R berpelukan dengan teman saya bagai dua orang kawan lama yang lama tidak berjumpa. Kami semua digiring masuk dan diarahkan keruangan besar ditengah rumah. Mata saya jelalatan melihat rumah besar dengan kemewahan sempurna dihadapan saya.

Saya kagum dengan arsitektur rumah, pemilihan interiornya, wall to wall karpet dan tidak satupun sudut yang menurut saya jatuh ke hal norak. Terlihat banget kalau rumah ini dirancang memakai interior consultant mahal.
Kira-kira 10 meter dari ruangan kita duduk ada kolam renang besar yang kelihatannya berdinding kaca disemua sisinya.
Pertemuan dibuka dengan teman saya membuka pembicaraan dan mengenalkan kita semua. Lalu ketika giliran saya buka mulut, yang pertama-tama saya ungkapkan rasa kagum saya akan rumahnya yg menurut saya luar biasa indah (dan mewahnya). Dengan senyum dikulum tuan rumah mengatakan minta maaf kalau rumahnya agak kotor dan mohon dimaklumi karena rumah tersebut tidak ditinggali. Bapak R mengatakan bahwa rumah tersebut hanya dipergunakan olehnya untuk pertemuan bisnis saja. (Saya agak melongo ketika dia bilang rumahnya agak kotor karena tdk ditinggali. Padahal kenyataannya sangat bersih karena saya melihat sederetan pelayan yg siap melayani).

Negosiasi berjalan lancar dan mulus hanya tinggal beberapa kendala teknis yang kita sepakati akan kita bicarakan dipertemuan berikutnya.
Selanjutnya tour keliling rumah mewah bapak R.
Begini laporan pandangan matanya:

“Rumah bapak R tersebut terdiri dari 3 lantai dengan lantai pertama sebagai basement yg bisa menampung belasan mobil dan muat sampai 400 orang bila dipakai buat acara.
Dilantai 2 rumah tersebut, dibagian belakang, ada kolam renang besar yg kesemua sisi dindingnya terbuat dari kaca. Sehingga kalau kita lihat dari basement, akan kelihatan orang2 yang berenang diatasnya. Bapak R dengan bangga tidak lupa mengatakan bahwa kaca dinding kolam renangnya itu sama dengan kaca akuariumnya Sea World Ancol.
Rumah ini meskipun tidak dihuni tetapi dilengkapi dengan meubelair yg mewah disetiap ruangannya dan dibeberapa ruangan bahkan dilengkapi dengan perangkat audio visual yang canggih dan bermerk terkenal.”
Demikianlah sekilas laporan pandangan mata ketika saya dengan kepengen tahu yang besar minta ijin pada bapak R untuk lihat2 rumahnya dan lalu dengan ramahnya dia malah mengajak kita tour keliling rumahnya dan melihat kesetiap ruangan yang ada. Sampai kamar2 tidur dan gudangnya.

Sebenarnya, tulisan saya ini tidak bermaksud mempersoalkan apa2 mengenai kepemilikan rumah tersebut. Sah2 saja seorang mantan pejabat perusahaan negara memiliki istana. Ada 1001 cara mendapatkan istana secara sah dan halal maupun cara2 sebaliknya. Yang jelas, prasangka tidak baik untuk kesehatan jiwa kita. Apalagi kita tidak tahu secara jelas bagaimana dia bisa mendapatkan uang untuk membangun istana tersebut. Bisa saja kan dapat dari warisan?

Tulisan ini baru nyambung sama judulnya ketika teman yg saya ajak dan seorang muslim yang toleran, dengan kagumnya berkata ketika berada di basement;
“Waaah…bagus nih, bisa dipakai untuk acara2 penting. Termasuk acara persekutuan doa dan gereja ya, bro..?” sambil matanya mengarah didinding yg ada tanda salib berukuran besar tergantung. Lalu jawab pemilik rumah dengan cepat;
“Jangan bro kalau acara2 gereja disini. Kita kayak membangunkan macan tidur (macan tidur? Gereja disamakan dengan Macan Tidur?). Nanti mereka (gereja) jadi ketagihan dan bolak balik mengganggu saya bikin acara disini….bla..bla..bla..bisa bolak balik minta sumbangan…bla..bla…”

Selamat sore sahabat sekalian.

Selamat berakhir pekan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *