Maspolin.id

Holcim Diakuisisi Semen Indonesia, Pemkab Harapkan Hierarki Lebih Ringkas

Cilacap, Maspolin.id – Pasca akuisisi PT Semen Indonesia Tbk terhadap PT Holcim Indonesia Tbk senilai Rp 14 triliun (80,6 persen saham) akhir Januari lalu, kini PT Holcim Indonesia Tbk berganti nama menjadi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk.

Hal tersebut diungkapkan Community Relation Manager PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Kusdiarta, dalam Forum Komunikasi Masyarakat (FKM), Selasa (12/2/2019).

Kegiatan yang digelar di Gedung Graha Pemuda Bercahaya itu dihadiri jajaran Forkopimda, camat, dan lurah di wilayah eks-Kotip Cilacap, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, LSM, dan media.

Forum ini merupakan agenda tahunan untuk menyampaikan informasi pencapaian program CSR tahun 2018.

“Kami berharap, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk tetap jaya dan semakin bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Kusdiarta.

Juga diungkapkan, program pengembangan masyarakat telah dinikmati lebih dari 3.813 warga masyrakat sebagai pemetik manfaat. Program tersebut terealisasi melalui renovasi 32 RTLH, jambanisasi pada 48 keluarga, plesterisasi 5 rumah sehat, dan pembangunan 4.063 meter jalan beton.

Dalam bidang pendidikan, PT SBI telah menyalurkan beasiswa bagi 628 pelajar, pelatihan las 6G pada 40 pemuda Cilacap, serta mendorong inovasi industri batik mangrove di Kutawaru dengan pewarna alami dan peralatan mesin.

Kusdiarta menjelaskan bahwa pada tahun 2018, PT Holcim Indonesia Tbk memperoleh penghargaan Industri Hijau level 5 yang ketujuh kalinya. Holcim juga mereklamasi lahan bekas tambang batu kapur di Nusakambangan seluas 2 ha dengan 3.249 batang pohon.

Sampai 2018, area bekas tambang batu kapur yang dihijaukan mencapai 51,76 hektar dengan 30.770 pohon.

Sementara, Pemkab Cilacap mendorong PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (Holcim) dan dunia usaha agar ikut mengintervensi program prioritas pembangunan. Sehingga indikator yang dinilai dalam menekan angka kemiskinan dapat diperbaiki.

“Kalau perusahaan dan swasta dapat berperan melalui program CSR, insya Allah angka kemiskinan dapat ditekan dan kesejahteraan makin meningkat,” kata Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Drs Wasi Ariyadi MM.

Dijelaskan Wasi, pada tahun 2017 angka kemiskinan di Kabupaten Cilacap sebesar 13,94 persen. Angka ini dapat ditekan hingga 11,25 persen pada 2018.

Menurut Wasi, ada lompatan penurunan angka kemiskinan di atas rata-rata angka kemiskinan Provinsi Jawa Tengah, meski masih di bawah angka nasional.

“Padahal di target RPJMD kita di tahun 2022 angka kemiskinan 12,9 persen. Alhamdulillah ada lompatan angka penurunan kemiskinan,” imbuhnya.

Namun, dari 269 desa di Kabupaten Cilacap, 71 desa diantaranya masih masuk kategori miskin. Hal ini memerlukan campur tangan dan intervensi program dari berbagai stakeholder baik pemerintah daerah maupun perusahaan swasta.

Dengan telah diakuisisinya PT Holcim Indonesia Tbk oleh PT Semen Indonesia Tbk sehingga berganti nama menjadi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Wasi berharap ada mekanisme hubungan yang lebih sederhana dalam berbagai kegiatan.

“Mudah-mudahan usulan proposal dan usulan CSR, hierarki keputusannya dapat berjalan lebih ringkas,” pungkasnya.

Terpisah, Corporate Communication Regional 2 PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Deni Nuryandain mengatakan belum tahu apa yang akan dilakukan perusahaan setelah perubahan nama ini karena masih dilakukan rapat direksi.

“Mudah-mudahan lebih baik,” katanya. (Estanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *