Maspolin.id

Pengedar Narkoba Di Jombang, Tuker Pil Koplo Dengan Berhubungan Intim.

Jombang(Maspolin.id) – Seorang pemuda yang bekerja sebagai sopir ditangkap anggota Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Jombang, Lantaran terbukti menjadi pengedar narkoba jenis pil dobel L.

Pelaku yang berhasil ditangkap polisi, yakni Mohamad Hamdan Yuafi (20) pemuda asal Dusun Godong, Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. Hamdan ditangkap pihak kepolisian di wilayah Peterongan, bersama barang bukti yaitu puluhan butir pil koplo.

Kasat Reserse dan Narkoba Polres Jombang, AKP Moch Mukid mengatakan, penangkapan terhadap pelaku yang sudah 3 bulan menjadi pengedar pil koplo ini, saat sedang bertansaksi dengan seorang perempuan cantik yang dikenal oleh tersangka, melalui media sosial (Facebook).

Dalam transaksinya, FD mengajak Hamdan untuk berhubungan badan, dengan syarat tersangka bersedia memberinya pil koplo. Hamdan pun menyetujui permintaan itu, lantas keduanya membuat janji di wilayah Peterongan.

Setelah keduanya bertemu, tersangka Hamdan memberikan pil koplo yang diminta FD, selanjutnya keduanya bermaksud berangkat ke sebuah penginapan yang telah direncanakan sebelumnya, untuk berhubungan badan. Namun, sebelum berangkat ke lokasi tersangka di tangkap polisi.

“Tersangka ditangkap saat akan berangkat ke penginapan, untuk melakukan hubungan badan dengan pemesan pil dobel L,” kata AKP Mukid, di Mapolres Jombang, Rabu (20/2/2019).

Saat ditangkap, dari tangan Hamdan polisi berhasil mengamankan barang bukti pil dobel L sebanyak 17 butir dan sebuah telepon genggam serta dua bungkus tisue magic.

“Rencananya pil dobel L itu, akan digunakan tersangka sebagai obat kuat pada saat berhubungan intim,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka yang sudah mengakui jika barang haram tersebut miliknya, dan harus mendekam di sel tahanan Polres Jombang.

“Saat ini, tersangka dan barang bukti sudah kita amankan di Mapolres Jombang, dan akan kita jerat dengan pasal 196 Undang-undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” pungkas AKP Moch Mukid.

Jajang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *