Maspolin.id

Canda Dan Tawa Ditengah Berkah

Oleh: Briptu Bon Ali

Tak seperti yang lain, hidup mereka diantara tumpukan sampah.
Gundukan yang disanding mereka kiriman dari kota.
Sejak 1990 an Tempat Pembuangan Akhir sampah Piyungan adalah pusat penumpukan Sampah Kota Yogyakarta, puluhan truk membawa sampah setiap hari menumpahkan isinya di sini.
Plastik, daun kayu dan berbagaimacam jenis yang banyak khalayak menganggapnya sebagai barang tak berguna.
600 kepala keluarga tinggal dilokasi ini, pekerjaan sehari harinya memilih dan memilah sampah, tanpa upah.

Mengambil sesuatu dari sampah untuk bisa dijadikan sesuap nasi, sehelai kain, selembar kertas.
Sesuap nasi untuk mengganjal perutnya, sehelai kain untuk menutup bagian tubuhnya dan selembar kertas untuk menulis anak atau sang cucu yang sekolah.
Mereka menjual apa yang bisa dijual dari pilahan sampah itu. Kadang mereka mengambil apa yang bisa digunakan untuk atap rumahnya atau dinding rumahnya.
Sekedar merebahkan badan dalam rumah sederhana yang beratap terpal bekas, berdinding karung bekas.

Namun kebahagiaan mereka tak pernah surut, mereka tetap bersyukur atas nikmat Tuhan.
Mereka menerima apa adanya takdir.
Sesungguhnya mereka adalah pejuang yang hampir tak pernah diperhitungkan. Mereka mengumpulkan sampah untuk dijual ke pengolah sampah, usaha mereka adalah sangat mulia, bisa dibayangkan jika Jogja tidak ada mereka.
Sebagai bentuk terimakasih kami maka kami bersama relawan hadir ditengah tengah mereka sekedar memberikan semangat, sekedar bercanda tawa, sekedar berbagi, baik Ilmu, agama maupun sedikit sesuatu yang kami miliki.

Terimakasih kepada paguyuban sampah, yang telah menerima kami,

Bon Ali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *