Maspolin.id

Guru TPQ Nyambi Budidaya Ikan Lele

Kudus,Maspolin.id – Budidaya ikan lele dengan sistem bioflok menjadi salah satu jenis usaha yang di geluti Ali Asfuri salah satu pemuda yang juga berprofesi sebagai guru TPQ dari Desa Hadipolo Kecamatan Jekulo di Kabupaten Kudus, tujuan budi daya lele adalah untuk menopang keberlangsungan lembaga pendidikan yang dia dirikan sebagai bentuk pengabdiannya kepada masyarakat dan Negara.

Menjadi guru TPQ adalah pilihan hidup bagi sosok pemuda ini walau dia menyadari banyak sekali cobaan dan hambatan dalam menjaga keberlangsungan kegiatan belajar dan mengajar di sekolah Raudlotul Mu’minin yang dia dirikan secara mandiri sejak enam tahun silam.

Dalam kesempatan tersebut Ali Asfuri juga menyampaikan kepada kami tentang tunjangan 1 juta kepada guru non ASN oleh PEMKAB Kudus yang di berikan tiap bulan ” saya berterimakasih sekali kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati atas tunjangan yang di berikan kepada kami, uang 1 juta tersebut akan kami gunakan untuk mengembangkan usaha budi daya ikan lele dan hasil dari kolam lele tersebut akan kami gunakan untuk menopang dan mengembangkan sekolah kami ” ucapnya dengan santun dan tegas.

Pentingnya perhatian Pemerintah terhadap lembaga pendidikan swasta perlu di tingkatkan, dikarenakan peran lembaga pendidikan swasta yang sangat penting sebagai pondasi dasar pembentukan karakter positif generasi bangsa terutama di tingkat PAUD dan TPQ.

Hal tersebut di karenakan di TPQ anak – anak tidak hanya mendapat pendidikan dasar tentang moral dan tata krama tapi juga mendapat pelajaran baca dan tulis AL Qur’an.

Pengenalan AL Qur’an sejak dini kepada anak – anak bisa dipastikan dapat membentuk karakter anak menjadi baik dan berkwalitas serta berakhlakul Karimah.

Dalam kesempatan yang berbeda kami juga meminta pendapat kepada salah satu warga di sekitar sekolah tersebut terkait pentingnya PAUD dan TPQ ” saya sangat mendukung sekali dengan keberadaan PAUD dan TPQ di desa saya, sebab dengan keberadaan sekolah tersebut anak – anak tidak menghabiskan waktunya hanya untuk bermain tapi juga belajar terutama baca dan tulis AL Qur’an ” itu yang di sampaikan ibu wiwik di warung sebelah selatan sekolah Raudlotul Mu’minin.

Report : Rudy Syafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *