Maspolin.id

Pemuda Cilacap Serukan Lawan Hoax dan Isu SARA

Cilacap, Maspolin.id – Sekitar 150 pemuda Cilacap dari berbagai organisasi pemuda mendeklarasikan diri melawan hoax dan isu SARA menjelang Pemilu.

Deklarasi ini merupakan bagian dari kegundahan sekelompok pemuda di Cilacap terhadap maraknya berita-berita hoaks di internet, website, dan media sosial (medsos).

Mereka menganggap bahwa hoaks di medsos khususnya, tak lebih dari sebuah kabar atau informasi yang menyesatkan, sehingga apa yang disampaikan para kelompok penyebar hoaks merupakan sebuah kesesatan yang harus dilawan.

Kegiatan tersebut berlangsung Jumat (8/3/2019), di Edelweiss Ballroom Hotel Dafam Cilacap.

Sarasehan itu diikuti sekitar 150 orang yang tergabung dalam organisasi pemuda, organisasi keagamaan, komunitas pemuda, serta forum-forum pemuda di seluruh Kabupaten Cilacap.

Dibuka oleh Bupati Cilacap yang diwakili Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Cilacap, Hari Winarno, sarasehan dimaksudkan untuk mengkaji dan berupaya mencari masukan masyarakat dan para pemuda milenial di tengah perjuangan mencegah dan menanggulangi berita hoaks.

“Hoaks lebih mudah berkembang melalui internet, website dan medsos untuk mempengaruhi ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” kata Hari.

Namun demikian, menurut Bupati, merupakan sebuah kebanggaan apabila kita menjadi orang pertama yang paling awal mengirim sebuah berita yang ternyata hoaks yang kita belum tahu narasumbernya.

Untuk itu, tetaplah bijak jika menggunakan internet dan media sosial.

“Jangan mudah menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya,” kata Bupati.

Kasus ujaran kebencian yang sedang ditangani Polres Cilacap saat ini tak hanya konsumsi kota besar, namun sudah menjadi mainan kaum milenial tetangga kita sendiri.

“Semua komponen masyarakat untuk bekerja sama dan sama-sama bekerja agar situasi Cilacap kondusif. Karena sebentar lagi ada hajat besar Pemilu 2019,” ajak Bupati.

Dandim Cilacap yang diwakili Pasi Intel Kodim 0703/Cilacap dan Danramil Adipala, Kapten Inf Ngadisan, juga mengatakan, jika mendapat informasi yang meragukan harus dicek dulu, karena diduga hoaks.

“Kalau hoaks jangan di-share lagi. Dalam intelijen, informasi dikenal dengan sebutan A1 dan B2. Dan informasi apapun wajib dicek. Karena ketika berita masuk dan kita terima harus selalu kroscek,” ucapnya.

Sebab, imbuhnya, saat ini berita hoaks malah dianggap benar, padahal kenyataannya menyesatkan.

Sementara, Kasat Binmas Polres Cilacap, AKP Agus Subiyanto mengungkapkan, Polres Cilacap saat ini sedang menangani kasus ujaran kebencian yang sudah P21.

Dia yang mewakili Kapolres Cilacap, mengharapkan tidak ada lagi kasus serupa.

“Ciri-ciri berita hoaks adanya ancaman di akhir kalimat,” katanya.

Agus menerangkan, terkait hoaks kita sebenarnya secara tidak sengaja nge-share karena tidak tahu seperti apa berita hoaks. Sebab, ketika kita tanya ke teman dengan mengirim berita yang kita terima tersebut sebenarnya kita sudah menyebarkan berita hoaks.

Agus kembali menyebutkan bahwa ciri berita yang bersifat hoaks biasanya ajakan. “Untuk itu narasumber supaya dicek dan jelas,” katanya.

Forum Muda Lintas Iman (FMLI) Kabupaten Cilacap selaku penyelenggara sarasehan menghadirkan tiga narasumber, yakni Ketua KPU Kabupaten Cilacap, Handi Tri Ujiono, Anggota Bawaslu Cilacap, Umi Fadilah, dan Ketua FKUB Cilacap, Ahmed Shoim El Amin.

Handi Tri Ujiono menegaskan bahwa pemicu Perang Dunia II justru dari informasi hoaks. Juga isu adanya orang gila diizinkan nyoblos.

“Semua itu menyesatkan. Khususnya orang gila ikut nyoblos sebenarnya sudah lama. Ketika dipraktikkan ya gagal terus,” ucapnya.

Dia mengapresiasi penyelenggara mengadakan deklarasi gerakan melawan hoaks menjelang Pemilu ini. Tapi, pihak KPU belum tahu gerakan melawan hoaks dan isu SARA secara teknis.

“Di Cilacap ada 127 ribu pemilih pemula dari kalangan milenial dengan usia di bawah 20 tahun dan 323 ribu yang usianya 20-30 tahun,” sebut dia.

Jika ini masif, katanya, sangat efektif untuk menjelaskan bagaimana proses Pemilu yang benar. (Estanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *