Maspolin.id

Lima Desa Di Kecamatan Mojoagung Terendam Banjir, Kondisi Terparah Di Desa Kademangan

Jombang,Maspolin.id – Tingginya curah Hujan yang mengguyur wilayah Mojoagung selama dua jam, mengakibatkan banjir dan merendam pemukiman warga. Banjir, yang disebabkan oleh meluapnya sungai kali gunting, menerjang lima desa di Kecamatan Mojoagung.

Dari lima desa tersebut, diantaranya Desa Kademangan, Betek, Mancilan, Tanggalrejo dan Mojotrisno. Namun kondisi paling terparah di Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (9/4/2019) pagi. Banjir sampai merendam pemukiman warga, dengan ketinggiannya mencapai dua meter hingga masuk kedalam rumah.

Menurut salah seorang warga setempat, Agus (50), mengatakan, luapan air disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur wilayahnya sejak pukul 01.00 WIB, hingga mengakibatkan air sungai kali gunting meluap dan merendam rumah miliknya serta warga lainnya.

“Tadi malam hujan deras sekitar dua jam lamannya, sehingga sungai kali gunting meluap. Rumah saya pun ikut terendam juga, di dalam rumah saya ketinggiannya sekitar satu meter, kalau ini didepan rumah sekitar dua meter tingginya,” kata Agus, saat berada dilokasi banjir.

Selain itu, Agus juga menambahkan, kalau di desanya tersebut merupakan langganan banjir setiap tahun ketika turun hujan deras. “Banjir sudah dua kali pada tahun ini, dan merendam puluhan rumah yang berada di sini sehingga kami terpaksa harus mengungsi ke kantor desa,” ujarnya.

Terpantau dilokasi banjir, sejumlah relawan sedang membawa logistik seperti makanan untuk warga yang terdampak banjir menggunakan perahu karet. Salah satunya relawan Semar, yang ikut membantu warga untuk mengevakuasi barang-barang milik warga ke tempat yang lebih aman.

Kepala BPBD Kabupaten Jombang, Abdul Wahab menjelaskan, ada sekitar empat kecamatan yang terdampak banjir. Diantaranya Kecamatan Mojowarno, Mojoagung, Sumobito dan Kecamatan Jogoroto. “Di Kecamatan Mojowarno air sudah surut. Sedangkan yang terparah di Desa Kademangan Kecamatan Mojoagung,” jelasnya.

Dirinya pun menerangkan, ada sekitar 32 desa dari 18 kecamatan yang rawan banjir di Kabupaten Jombang. “Sekitar 32 desa yang rawan banjir, namun yang dampaknya paling parah di Desa Kademangan,” terangnya.

Sementara ditempat terpisah, Kepala Dinsos Kabupaten Jombang M Saleh menerangkan, pihaknya sudah menghimbau warga untuk mengungsi ke Balai Desa setempat, namun warga tidak ada yang mau. Warga beralasan, air yang meluap ini sudah mulai surut sehingga mereka cukup menunggu dirumah.

“Kita sudah menghimbau warga dan sudah kita sediakan perahu dan logistik lainnya, namun warga tidak ada yang mau mengungsi, karena berkisar 10-15 airnya berangsur surut,” terang M Saleh.

Kepala Dinsos pun mengaku, bahwa pihaknya sudah standby sejak subuh, dengan menyiapkan logistik dan perahu karet serta mendirikan dapur umum untuk konsumsi 504 warga yang terkena banjir di Desa Kademangan.

“Memang hal ini sudah kita antisipasi sebelumnya, dengan menyediakan perahu karet, makanan untuk siang dan malam, serta obat-obatan dan pihak medis. Pihaknya pun akan tetap berjaga hingga air surut, dan sampai warga bisa beraktifitas seperti biasanya,” pungkas M Saleh.

Jajang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *