Maspolin.id

Sosialisasi ETLE, Pengendara Kendaraan Tak Diawasi Polisi, Tapi Kamera

Jakarta,Maspolin.id – Kini, bukan polisi yang mengawasi pengendara bermotor, tapi kamera”. Demikian bunyi salah satu poster di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat (perempatan Sarinah), saat berlangsung Sosialisasi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), Kamis (25/4/2019).

Terlihat sejumlah polisi wanita membentangkan spanduk, bertuliskan ajakan pengedara agar mematuhi peraturan lalu lintas.

“Ayo tertib, Anda memasuki kawasan ETLE, jenis pelanggaran yang ditindak Ganjil Genap, Marka jalan, menerobos lampu merah, batas kecepatan, tak kenakan sabuk pengaman dan gunakan ponsel saat berkendara!”

Saat pengendara berhenti karena lampu merah, petugas dengan sigap membagikan brosur tentang ETLE. Berbagai spanduk juga dibentangkan secara mencolok untuk memberi tahu bahwa sistem ETLE sudah dimulai.

 Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya (PMJ) Kombes Yusuf membenarkan, bahwa sistem  ETLE sudah diberlakukan sejak 25 November 2018.

Yusuf yang didampingi PLT Kadishub Sigit Sudjatmiko mengklaim selama pemberlakuan ETLE, tercatat penurunan pelanggaran cukup signifikan.

“Berdasarkan data pelanggaran lalu lintas di lokasi yang terpasang sistem ETLE, secara berangsur-angsur mengalami penurunan hingga 44,2 persen selama 4 bulan. Tercatat di Jakarta telah dilakukan sejumlah 6.125.726 penindakan pelanggaran, yang artinya dalam sehari rata-rata telah terjadi sekitar 2.800 penindakan pelanggaran lalu lintas,” katanya.

Yusuf mengatakan, pihaknya terus mengembangkan kualitas kamera ETLE. Sehingga, nantinya pengemudi terlihat bila melakukan pelanggaran saat berkendara.

“Kemudian kita kembangkan lagi metode ini beberapa waktu lalu perwira kita pergi ke China untuk melakukan studi banding sehingga mendapatkan kamera dengan tipe baru,” ujarnya.

Yusuf menerangkan terdapat dua tipe baru yang terdapat di kamera ETLE yakni Kamera Check Point dan Speed Radar. Kamera Check Point merupakan kamera otomatis yang dapat mendeteksi jenis pelanggaran ganjil genap, tidak menggunakan sabuk pengaman, penggunaan handphone yang terkoneksi dengan database kendaraan.

“Kedua tipe Kamera Speed Radar yakni sensor yang dikoneksikan dengan kamera Check Point untuk mendeteksi kecepatan kendaraan yang melintas secara real time, sehingga secara otomatis akan memberikan sinyal capture bagi kendaraan yang melebihi batas,” jelasnya.

“Selain dua fitur itu, terdapat satu fitur yang memang sudah digunakan sejak awal yakni Kamera ANPR (Automatic Number Plate Recognition) yang merupakan kamera yang secara otomatis dapat mendeteksi jenis pelanggaran marka dan traffic light serta mendeteksi plat nomor kendaraan untuk kemudian disinkronisasikan dengan database kendaraan. Pelaksanaan ETLE oleh Ditlantas Polda Metro Jaya adalah menjadi barometer untuk Polda-Polda lain menerapkan sistem ini.

B Sadono Priyo/Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *