Maspolin.id

Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2019 Berakhir, Pelanggar Didominasi Pelajar dan Mahasiswa

Cilacap, Maspolin.id – Pelaksanaan Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2019 yang digelar selama 14 hari telah berakhir Selasa (14/5/2019).

Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto mengatakan, secara umum operasi berjalan dengan aman dan lancar.

Operasi berjalan dengan aman dan lancar, diprioritaskan sebagai wahana pendidikan masyarakat tentang lalu lintas, pengaturan lalu lintas, pelayanan masyarakat, serta penegakan hukum lalu lintas berupa teguran dan tindakan langsung (tilang) terhadap pengendara kendaraan bermotor yang melanggar.

Dari data yang dihimpun, sejak dimulainya operasi petugas telah melakukan tindakan terhadap pelanggaran berupa tilang sebanyak 676 kali dan teguran 1.167 kali.

Sedangkan Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2018 tercatat 798 tilang dan 2.524 teguran.

Pelaku pelanggaran didominasi pelajar atau mahasiswa sebanyak 219 orang, karyawan swasta 212 orang, PNS 86 orang, pengemudi 69 orang, dan lain lain 90 orang.

Usia pelanggar terbanyak berusia 16 hingga 20 tahun sebanyak 102 orang. Bahkan ada 6 orang pelanggar yang beruisa 10 sampai 15 tahun.

Adapun jenis pelanggaran lalu lintas didominasi pengendara roda dua yang tidak melengkapi surat-surat kendaraan bermotor dan yang tidak memakai helm, sehingga jenis kendaraan yang melanggar didominasi sepeda motor.

Sementara, kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2019 ada 23 kasus dengan jumlah korban meninggal dunia nihil, luka berat 2 orang serta luka ringan 45 orang dengan kerugian material Rp 77 juta dengan jumlah kendaraan yang terlibat 40 kendaraan, dimana kendaraan roda 2 mendominasi yakni sebanyak 25 kendaraan, mobil penumpang 7 kendaraan, mobil barang 7 kendaraan, dan kendaraan non motor sebanyak 1 kendaraan.

“Sedangkan untuk Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2018 tercatat 20 kecelakaan lalu lintas dengan korban luka berat 1 orang dan luka ringan 34 orang, artinya mengalami tren kenaikan baik secara kualitas dan kuantitas,” pungkas Djoko. (Estanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *