Maspolin.id

Jadilah Orang yang Tak Menyusahkan Siapapun

Purbalingga, Maspolin.id – Suatu saat, Nabi Muhammad SAW mengutus Abu Musa dan Mu’adz bin Jabal ke Yaman untuk menjadi pemimpin umat dan menyebarkan ajaran Islam di sana. Rasulullah berpesan agar mereka berdua di manapun berada, bertemu siapapun, jadilah orang yang bikin mudah siapapun, jangan bikin susah siapapun.

Hal itu diungkapkan Takmir Masjid Agung Darussalam H Noor Isja mengutip hadits riwayat Imam Bukhari saat mengisi tausiyah hari Jumat pada bulan Ramadhan, di Pendopo Dipokusumo, Purbalingga, Jawa Tengah, Jumat (17/5/2019). “Nasihat kedua, hendaknya kalian menjadi orang yang banyak menciptakan rasa gembira, jangan membuat susah,” imbuhnya.

Rasulullah juga berpesan agar mereka berdua harus menjaga kerukunan, jangan sampai menciptakan perselisihan. Bahkan mampu menjadi pelopor kerukunan di tempat tugas mereka itu. Kalau semua mudah, maka semuanya akan terlaksana dengan baik.

Sementara itu, langkah pertama menciptakan kerukunan yakni saling menciptakan rasa kasih sayang dalam diri masing-masing. Sebab, orang yang punya hati kasih sayang akan disayang Allah. “Kalau sudah disayang, maka semuanya akan menjadi mudah, tidak akan menghadapi kesulitan. Allah akan menjadikan urusannya jadi gampang atau segala persoalan akan ada jalan keluarnya,” katanya.

Menurut Noor Isja, nasihat ini penting, mengingat setiap orang pasti akan dihadapkan pada persoalan hidup. Oleh karena itu, sebagai muslim wajib hukumnya untuk meminta pertolongan kepada Allah. Sebab, Allah telah menjanjikan akan memberikan apa yang diminta, bagi mereka yang meminta. “Bahkan apa yang baru terbetik dalam hati,” katanya.

Langkah kedua, dia mengajak agar kita harus mampu berkomunikasi dengan santun dan bijak. Komunikasi harus berdasar pada kebenaran. Selain itu juga sabar dan mengerti kita sedang bicara dengan siapa. “Kalau demikiam, pasti kita akan dapat kemudahan-kemudahan,” tuturnya.

Langkah ketiga, yakni taawun atau saling tolong-menolong melakukan/mengisi, melengkapi segala yang ada. Menyempurnakan kekurangan harus terjadi dalam kehidupan kita. “Hendaklah saling support, bantu, dan mendukung dalam kebaikan, dalam rangka taat/bertakwa,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi berharap, pencerahan dari tausiyah yang rutin disampaikan tiap hari Jumat pagi di bulan Ramadhan kepada para ASN, dan beberapa organisasi wanita ini bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga bermanfaat dan menambah amal dan pahala kita di bulan Ramadhan ini,” katanya. (Estanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *