Maspolin.id

KAMI ADALAH SAUDARAMU (Curahan Hati Prajurit Polri di Pengamanan Aksi Bawaslu 22 Mei)

Saudaraku sebangsa setanah air…

Ini adalah suara hati kami, para anggota polisi yang bertugas menjaga keamanan obyek-obyek vital di ibukota, bertugas mengamankan jalannya aksi unjuk rasa di sekitar gedung Bawaslu, Jakarta.

Kami adalah bagian dari rakyat Indonesia, yang lahir, tumbuh besar dan hidup bersama dalam buaian ibu pertiwi. Hanya saja, kami memilih mengabdi dengan menjadi anggota polisi.

Sebagian besar dari kami adalah muslim yang tidak jarang shalat dan mengikuti pengajian bersama muslim yang lain. Seringkali kami duduk bersama dengan kalian semua dalam forum kemasyarakatan.

Saudaraku sebangsa dan setanah air…

Insiden Rabu 22 Mei, dini hari kemarin adalah tragedi bagi kami. Sedih rasanya ketika kami harus dihadap-hadapkan dengan saudara kami sendiri. Banyak diantara kalian adalah keluarga kami, sahabat kami, orang tua kami bahkan pernah menjasi senior kami.

Pasti banyak diantara kalian yang marah kepada kami, membenci kami, mencaci maki kami. Tapi tahukah kalian, kami hanya menjalankan tugas dan amanat undang-undang, mengamankan negara dan menjaga keutuhan bangsa.

Tidak ada sedikit pun niatan kami untuk memerangi bangsa sendiri, untuk menyakiti saudara sendiri. Kami dididik dan dilatih untuk mencintai dan mengayomi, menjaga dan melayani.

Kami curahkan waktu, tenaga bahkan nyawa untuk kedamaian negeri. Kami siaga siang malam demi memberi rasa aman kepada masyarakat. Kami datang sebelum peserta unjuk datang, dan kami hanya pulang ketika keadaan kembali aman.

Kami rela meninggalkan anak, istri dan keluarga demi ketertiban. Kami tetap siaga disaat kalian tidur nyenyak di kamar-kamar kalian. Kami ikhlas dan rela karena inilah wujud pengabdian.

Saudaraku sebangsa dan setanah air…

Jangan bandingkan kami dengan saudara-saudara kami prajurit TNI. Jangan pernah benturkan dan adu domba kami dengan mereka. Kami sama-sama abdi negara. Hanya tugas kami berbeda.

Saudara kami prajurit TNI adalah kekuatan pertahanan. Mereka menjaga ibu pertiwi dari ancaman penjajah yang menyerang dari luar. Mereka dilatih perang dengan prinsip, “kill or to be killed” (membunuh atau dibunuh). Musuh mereka jelas, para penjajah dan pemberontak.

Sementara tugas kami adalah pemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. Musuh kami adalah para penjahat, pengacau, perusuh dan penipu yang bisa jadi ada di tengah-tengah kalian. Kami harus bisa melumpuhkan tanpa menimbulkan kekacauan.

Tapi yakinlah, kami, para polisi dan TNI adalah pelindunh dan pengayom rakyat yang berkomitmen untuk bersama menjaga keutuhan NKRI. Kami didoktrin untuk setia pada Pancasila dan UUD 1945.

Saudaraku sebangsa dan setanah air…

Kami adalah saudara kalian, kami bagian dari kalian, kami bukan musuh atau ancaman bagi kalian. Mari kita bersama menjaga negeri ini dari kekacauan dan kehancuran. Mari kita kembali bergandengan tangan untuk mewujudkan keamanan dan kedamaian. Mari kita bekerja keras untuk memajukan bangsa ini agar kuat dan bermartabat.

Sudahi segala bentuk permusuhan dan pertengkaran. Kemuliaan bulan Ramadan ini jangan kotori dengan kebencian dan dendam. Jangan rusak dengan kemarahan. Bersatulah untuk negeri tercinta ,Indonesia Raya.

Salam Damai Indonesia ku

Jakarta, 23 Mei 2019
Dari kami, saudaramu yang berjaga malam itu di gedung Bawaslu.

Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *