Maspolin.id

Kerap Di Razia, Penambang Pasir Ilegal Di Mojosari Kalitidu Masih Merajalela

Bojonegoro,Maspolin.id – Kegiatan tambang pasir dengan menggunakan alat berupa mesin sedot pasir tanpa mengantongi ijin terletak di Wilayah Kabupaten Bojonegoro yang sudah berlangsung sejak lama disepanjang bantaran sungai bengawan solo hingga kini nampaknya masih terlihat tetap dalam kondisi aman dan makin merajalela. 

Kegiatan tersebut sebenarnya sudah di lakukan sejak lama sehingga sarat dengan kecaman dari berbagai pihak pasalnya di nilai telah banyak menimbulkan dampak yang negatif bagi lingkungan sekitar khususnya Pemukiman yang paling dekat dengan Sungai Bengawan Solo. 

Kegiatan sedot pasir mekanik yang merupakan Kegiatan Usaha Ilegal dan tanpa mengantongi ijin ini masih banyak di lakukan di kawasan Desa Mojosari Kecamatan Kalitidu. 

Seperti halnya yang ada di Desa Mosari Kecamatan Kalitidu,  Penambangan Pasir Mekanik sudah berlangsung lama hingga kini masih tetap beroperasi meskipun sudah pernah di adakan Operasi oleh Polres Dan Satpol PP Kabupaten Bojonegoro , seakan mereka kebal hukum dan tidak memperdulikan dampak sosial di sekitar Lingkungan Penambangan tersebut.

Saat tim Media Online Melakukan Kroscek di lokasi tersebut, memang tidak banyak aktifitas Truk Yang Antri seperti Bulan Bulan lalu, tapi bagaimanapun Alasannya Ramai atau tidak, Peraturannya sudah sangat jelas Aktifitas tersebut Melanggar Peraturan Perundang Undangan Yang Berlaku. 

USAHA KAMBUHAN

Memang sering kali penambangan pasir di sepanjang sungai bengawan solo ini dilakukan operasi oleh pihak Yang berwenang dalam hal Ini Satpol PP sebagai Penegak Perda Dan Juga Pihak Polres, Namum hal ini tidak membuat kapok para Penambang. 

Setiap kali di operasi setelah itu pula selang beberapa Hari Mereka Melakukan aktifitas penambangan pasir lagi seakan Usaha Penambangan pasir ini menjadikan “USAHA KAMBUHAN” bagi mereka. 

DAMPAK NEGATIF DAN POSITIF  DARI USAHA PENAMBANGAN PASIR

Memang dalam kegiatan usaha penambangan Pasir ini ada dampak negatif dan dampak positifnya, namun dari kedua sisi itu sangat memiliki dampak yang negatif dari aktifitas tersebut. 

Dampak Positifnya antara lain para warga sekitar memiliki pekerjaan (Penyekrop Pasir, Red) untuk memenuhi Kebutuhan hidup sehari harinya, Namun tanpa mereka sadari kegiatan mereka itu juga memiliki dampak negatif yang luar biasa di antara nya bisa merusak ekosistem alam seperti tergerusnya Tanah di sungai bengawan solo yang kedepannya bisa mengakibatkan Longsor. 

Dari uraian di atas sangat jelas,  selain melanggar undang undang pasal 16 ayat 2 Perda Nomor 15 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Ketentraman Umum dengan Sanksi Aktivitas harus di hentikan .

Selain itu juga aktivitas penambangan ilegal ini jelas merusak lingkungan , serta Melanggar Peraturan Daerah ( Perda ) Jawa Timur No. 1 Tahun 2005 tentang Pengendalian Usaha Pertambangan Bahan Galian Golongan C.

Oleh sebab itu melalui coretan tinta ini, kami selaku tim kontrol sosial mengharap Kepada instansi yang berwajib untuk segera melakukan tindakan terhadap ulah para penambang pasir yang jelas jelas sangat merugikan Lingkungan sekitar. 

( GUS GONDRONG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *