Maspolin.id

Tak Hiraukan Larangan Berjualan, PKL Di Trotoar Jembatan Trucuk Kembali Dirazia


Bojonegoro,Maspolin.id – Satpol PP Kota Bojonegoro, Senin (27/05/2019) pukul 21.30 wib kembali menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang Mangkal di trotoar Jembatan Sosrodilogo (Jembatan Turbo), Hal ini dilakukan guna mengantisipasi Laka Lantas dan menjaga Keindahan Serta Kebersihan Di wilayah Jembatan Tersebut.

Kurang lebih 7 personil Satpol PP Kota Bojonegoro Melakukan Patroli Guna merazia PKL yang Mangkal Di Sepanjang Jembatan Trucuk, Penertiban pedagang yang berjualan tidak pada tempatnya ini dilakukan petugas semata-mata menjaga ketertiban serta keindahan Jembatan Tersebut. 

“Kita Sudah Seringkali memberikan Sosialisasi dan bahkan teguran secara langsung terkait larangan berjualan di trotoar Sepanjang Jembatan Trucuk, namun Malam ini masih kita jumpai ada pedagang yang masih bandel mangkal di Tempat yang kita larang, oleh karena itu kita Adakan Razia Malam ini, Ada beberapa PKL yang Mangkal langsung kita Berikan teguran dan membawa beberapa Terpal dan tikar, Ujar Ags salah satu petugas Satpol PP. 

Ditambahkan olehnya bahwasannya Terpal dan tikar yang dibawa Petugas nantinya pedagang bisa mengambilnya ke kantor satpol PP sekalian membuat surat Pernyataan. 

“Nanti bagi pedagang yang tikar dan Terpalnya kita bawa,bisa di ambil di kantor satpol PP sekaligus membuat surat pernyataan tidak akan berjualan lagi di trotoar Jembatan Trucuk, tambahnya. 

Senada dengan hal tersebut Arief Nanang Sugianto S.STP Selaku Kasatpol PP Bojonegoro saat dihubungi melalui selulernya mengatakan bahwasannya Operasi tersebut merupakan operasi Rutin dengan sasaran Lingkungan Masjid, Seputaran Alun alun dan tempat Tempat umum lainnya. 

” Itu patroli gabungan biasa mas, kita memang sehari patroli 3 kali, Lingkungan Masjid, Alun alun dan tempat berkumpul banyak orang kita awasi, khusus di Jembatan sosrodilogo memang perlu d buatkan tempat yang strategis untuk PKL seputaran Jembatan, dan mungkin Konsep seperti taman yang ada di Jembatan Padangan cocok di terapkan Pula di Jembatan Yang menghubungkan Bojonegoro – Trucuk tersebut sehingga PKL tidak mengganggu pengguna jembatan yg melintas,Pungkas Arif. 

Agus kuprit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *