Maspolin.id

Sambut Malam Songo Dengan Colok Obor

Bojonegoro,Maspolin.id – Lampu colok merupakan tradisi nenek moyang terdahulu untuk menunjukkan kegembiraan menyambut malam 9 Ramadan, Tradisi ini sudah ada sejak dulu namun Sekarang Tradisi colok colok malam songo sudah hampir Punah.

Tradisi ini terus diwarisi anak cucu dan menjadi pemeriah setiap Ramadan tiba. Lampu colok digunakan sebagai penerang jalan dan pekarangan rumah, karena ketika itu belum ada listrik sebagai penerang, sehingga saat itu jalan menuju pusat kampung dan jalan menuju masjid dihiasi lampu colok, ketika malam 27 Ramadan tiba.

Di luar bulan Ramadan, selain penerang jalan dan pekarangan rumah dan menyambut malam 27 Ramadan, juga digunakan sebagai penerang oleh orang perorang dalam perjalanan dari rumahnya menuju pusat kampung dan masjid. Sejalan berjalannya waktu, ini pun berkembang menjadi senter memakai batray, dan sekarang sudah berkembang pula menjadi senter yang bisa dicas dengan listrik.

Penerapan tradisi ini semasa dulunya sudah melekat di hati masyarakat. Ketika Ramadan tiba, mereka sudah mempersiapkan lampu colok ini. Sebelum minyak tanah, lampu colok dibuat dari damar (karet yang diikatkan ke kayu sedemikian rupa). Sejalan berjalannya waktu, kemudian lampu colok dibuat dari bambu dengan bahan bakar minyak tanah.

Saat listrik sudah masuk ke rumah-rumah, tradisi ini mulai ditinggalkan oleh mereka yang rumahnya sudah dialiri listrik. Sampai tahun 1990-an, tradisi ini hanya terlihat di beberapa rumah saja. Maka saat itu pemasangan lampu colok di rumah masyarakat ketika sudah di serukan pemerintah untuk memasangnya.

Tak hanya tradisi Colok Malem 9 namun malem songo sendiri Di percaya oleh sebagian Masyarakat jawa sebagai hari baik untuk melangsungkan acara pernikahan.

Agus kuprit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *