Maspolin.id

Diduga Pikun, Nenek 81 Tahun Tewas Terserempet KA

Cilacap, Maspolin.id – Kasmiati (81), warga Dusun Kubang RT 03 RW 05, Desa Kalijeruk, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, tewas terserempet kereta api.

Menurut informasi, nenek yang diduga pikun tersebut terserempet KA Lodaya tambahan relasi (jurusan) Bandung-Solo di perlintasan KA KM 360+ ½, Dusun Jakatawa, Desa Bulaksari, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, Selasa (11/6/2019), sekitar pukul 15.12 WIB.

Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto melalui Kapolsek Bantarsari Iptu Sulimin, Rabu (12/6/2019), membenarkan peristiwa tersebut, yakni terjadi di perlintasan KA di KM 360+ ½, Dusun Jakatawa, Desa Bulaksari, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap. “Peristiwa diketahui pada hari Selasa, 11 Juni 2019, sekitar pukul 15.12 WIB,” katanya.

Kapolsek menambahkan, informasi yang dia terima dari pertugas Stasiun KA Kawunganten bahwa korban terserempet KA Lodaya tambahan relasi (jurusan) Bandung-Solo, dengan nomor lokomotif CC2061354.

“Atas kejadian tersebut, korban langsung meninggal dunia di lokasi dengan luka serius di bagian kepala dan segera dibawa ke Puskesmas Batarsari untuk dilakukan perawatan jenazah,” ungkap Kapolsek.

Iptu Sulimin menerangkan, kejadian tersebut berawal saat KA Lodaya tambahan dari arah barat yang dikemudikan masinis bernama Andri Priyanto melihat korban dari kejauhan berada di tepi rel kereta api. Kemudian masinis membunyikan klakson dan berusaha mengerem untuk mengurangi kecepatan. Namun, sampai di TKP korban tetap menyeberang rel sehingga terserempet KA.

Polsek Bantarsari bersama Polsuska Stasiun KA Kawunganten dan petugas medis dari Puskesmas Bantarsari langsung mengevakuasi jenazah korban.

Pasca kejadian, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga beserta sebuah dompet sintetis warna cokelat berisi uang sebesar Rp 750 ribu dan sepasang anting (giwang) emas milik korban.

Setelah diberikan penjelasan oleh petugas Polsek Bantarsari dan PT KAI, pihak keluarga yang diwakili Tursinah yang juga anak dari korban menerima jenazah korban, kemudian dimakamkan di pemakaman desa setempat.

“Korban sering pergi meninggalkan rumah dengan jalan kaki tanpa sepengetahuan pihak keluarga. Namun karena faktor usia dan pikun, korban lupa jalan kembali ke rumahnya,” tutup Kapolsek. (Estanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *