Maspolin.id

Cilacap Alami Cuaca Panas dan Suhu Dingin

Cilacap, Maspolin.id – Sepekan terakhir, suhu di Cilacap, Jawa Tengah, terasa dingin namun cuaca terasa panas.

Dari pengamatan suhu udara di Stasiun Meteorologi Cilacap dan Pos Pengamatan Cuaca di Bandara Tunggul Wulung pada hari ini, Kamis (20/6/2019), suhu udara minimum masing-masing tercatat 20,4°C dan 17,9°C.

“Wilayah dataran tinggi atau pegunungan tentu suhu udara akan lebih dingin daripada suhu di wilayah pesisir. Bila tidak ada alat ukur bisa menghitung dengan laju penurunan suhu 0,5°C per kenaikan 100 m ketinggian tempat,” kata Kepala Kelompok Teknisi Meteorologi BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo, Kamis.

Menurut Teguh, suhu 17,9°C yang tercatat di Pos Pengamatan Cuaca Bandara Tunggul Wulung Cilacap hampir menyamai suhu udara paling minimum yang terjadi di Cilacap selama kurun waktu 44 tahun.

Dalam sejarah suhu minimum yang tecatat dari tahun 1975 sampai pertengahan Juni 2019, suhu minimum pernah terjadi pada tanggal 14 Agustus 1994, tercatat 17,4°C. Pada saat itu suhu maksimum hanya 25,8°C dan rata-ratanya 22,9°C.

Dia menambahkan, selisih suhu udara minimum selama 44 tahun dengan hari ini hanya terpaut 0,5°C, tetapi lokasi kejadian berbeda. “Saat ini terjadi di Tunggul Wulung yang mempunyai elevasi sekitar 69 feet (21 meter di atas permukaan laut),” imbuhnya.

Berdasarkan prakiraan yang dirilis Stasiun Klimatologi Semarang, puncak musim kemarau di Cilacap dan sekitarnya akan terjadi pada bulan Agustus 2019, dimana curah hujan diprakirakan antara 0-50 mm/bulan.

Demikian pula dengan suhu udara minimum di malam dan pagi hari diprakirakan akan bertambah semakin dingin. “Kejadian suhu dingin ini masih akan berlangsung hingga akhir Agustus, bahkan awal September 2019,” tandas dia.

Namun, Teguh menjamin bahwa kejadian suhu dingin ini diprakirakan akan normal, sehingga tidak perlu dikhawatirkan masyarakat.

Dampak di Cilacap dan sekitarnya menurut Teguh tidak terlalu signifikan, dampak terhadap kulit misalnya menjadi kelihatan kering (busik) dan kusut, bagi yang alergi terhadap dingin perlu persediaan baju yang lebih hangat.

Munculnya kabut di pagi hari pada saat musim kemarau, seperti hari ini dan beberapa hari yang lalu merupakan sesuatu yang wajar dan lazim terjadi. “Kemunculan kabut ini juga menambah dingin suhu udara di wilayah Cilacap,” ucapnya.

Dari informasi yang didapat, hari ini suhu udara di Cilacap, Purworejo, dan sekitarnya diperkirakan rata-rata berkisar antara 22°-28° C. Hal tersebut menunjukkan bahwa udara sedikit lebih dingin dari biasanya, yang bisa mencapai suhu 34° C. Monsoon Dingin Australia sendiri akan berlangsung hingga bulan September nanti.

“Posisi matahari saat ini juga berada di maksimal belahan bumi utara yaitu pada tanggal 21 Juni ini. Hari kemarin temperatur maksimum 28,3° C dan minimum 23,3° C.

Untuk hari ini diperkirakan tidak jauh beda. Semakin malam semakin dingin. Monsoon dingin ini biasanya berlangsung dari bulan Juni, Juli, Agustus, dan September. (Estanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *