Maspolin.id

Kades Margana Akan Poles Kembali Obwis Srandil dan Penataan Pembangunan

Cilacap, Maspolin.id – Desa Glempangpasir, Kecamatan Adipala, Cilacap, merupakan desa yang berpotensi dengan luas wilayah terbesar di Kecamatan Adipala.

Desa ini terdiri dari 4 kadus, 41 RT, dan 8 RW.

Penduduk desa ini mayoritas petani, ada juga pedagang dan sebagian menjadi tenaga kerja di luar negeri, terutama Korea Selatan.

Pasca terpilihnya Margana sebagai kepala desa yang baru, perkembangan desa ini akan lebih ditingkatkan.

Ditemui di ruang kerjanya, Margana membeberkan prioritas program kerja yang akan digarapnya meliputi penataan kembali obyek wisata yang ada, seperti Srandil.

“Srandil sudah terkenal dan pengunjungnya dari mana saja. Untuk itu akan kami kembangkan dan tata kembali,” kata Margana, Rabu (26/6/2019).

Margana juga menerangkan, tanah TNI AD di Desa Glempangpasir, sesuai keinginan warga ditata dan dijadikan persawahan untuk ketahanan pangan.

“Saya punya pemikiran karena kebutuhan petani akan pupuk sangat mendesak, maka saya akan bentuk BUMDes guna melayani para petani,” ucap dia.

Margana kembali mengatakan, adanya persawahan yang digarap para petani sebenarnya semula merupakan tanah biasa.

Hal ini karena ada andil dari Surat, orang yang dipercaya oleh TNI AD untuk menata lahan tersebut menjadi sawah, dan Surat tidak memungut apapun dari para petani penggarap.

Margana mengiyakan, sebab hal tersebut menurutnya sesuatu yang baik karena sesuai dengan program kerjanya, yakni menuntaskan penataan kembali pembangunan.

Pihaknya optimis Desa Glempangpasir menjadi desa yang diperhitungkan dan disegani.

“Ya, insya Allah kita wujudkan bersama,” tandasnya.

Sementara, Hadi Tupon (50), salah satu petani penggarap warga RT 01 RW 01 Dusun Srandil, Desa Glempangpasir, Kecamatan Adipala, punya lahan sawah ukuran 50 x 50 meter persegi. Lahan tersebut milik TNI AD yang sedang dia garap. “Padinya bagus dan hasilnya baik, beda dengan sawah yang lain karena tanahnya berpasir,” katanya, Rabu.

Karena saat ini memasuki musim kemarau, Hadi berharap pemerintah daerah membantu mesin penyedot dan traktor guna mendukung penggarapan lahan untuk ketahanan pangan.

Terkait lahan, Hadi menandaskan pihaknya hanya memberikan jasa bukan sewa. (Estanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *