Maspolin.id

Alasan Dana Minim, Publikasi Pelaksanaan Pilkades Tidak Dianggarkan Oleh Kepanitiaan

Bojonegoro,Maspolin.id – Adanya sebuah Pemerintahan Yang Baik, Pembangunan Yang Baik,itu semua tidak Lepas Dari Peran Serta Dari sebuah Publikasi melalui Sarana Media Baik Cetak, Online Dan Elektronik. 

Tapi di sisi lain Dalam Perhelatan Ajang Pilkades Gelombang II Tahun Ini di Bojonegoro Sebuah Media Publikasi Dianggap Tidak begitu Penting, Hal Ini Di karenakan Banyak Alasan Dari Berbagai Kepanitiaan Pilkades Di Desa Desa Yang Ada Di Bojonegoro Tahun Ini. 

Berdalih Karena Minimnya Anggaran Dana Pilkades Yang bersumber Dari APBD Bojonegoro, Kini Sebuah Media Merasa Di anak tirikan Oleh Sebagian Besar Kepanitiaan Pilkades Di Bojonegoro dengan Dalih Minim nya Dana. 

“Anggarannya Minim Mas, Jadi mohon Maaf untuk Teman Teman Media tidak di anggarkan dalam hal publikasi, Ucap Salah Satu Panitia Pilkades Yang tidak Mau di sebutkan Namanya.

Padahal disisi lain sudah Jelas bahwa anggaran Dana Pilkades Yang bersumber Dari APBD Bojonegoro Sebesar 45 sampai 50 Juta sesuai DPT Masing Masing Desa sudah ditentukan, Bahkan Rincian Penggunaan Dana Secara Garis Besar Juga sudah Di sosialisasikan Sebelumnya. 

Ada beberapa desa yang mendapatkan porsi maksimal senilai Rp 50 juta. Sedangkan untuk desa yang mendapatkan bantuan penyelenggaraan paling sedikit, nilainya Rp 45 juta. Dana itu murni berasal dari APBD Kabupaten Bojonegoro tahun 2019.

Dengan rincian Untuk desa pemilihnya dibawah 1000 orang akan mendapatkan 45 juta, untuk DPT diatas 1000 sampai 2000 akan mendapatkan 46 juta, sedangkan untuk DPT 2000 sampai 3000  mendapatkan 47 juta, DPT 3000 sampai 4000 akan mendapatkan 48 juta, dilanjut DPT 4000 sampai 5000 akan memperoleh 49 juta dan bagi DPT diatas 5000 orang akan mendapatkan 50 juta.

Anggaran tersebut digelontorkan, karena kebutuhan Pilkades serentak banyak kebutuhan yang harus dispenuhi, salah satunya biaya foto copy, surat suara, honor panitia, biaya pengaman, serta kebutuhan yang lainya.

Nah Dari sini seharusnya pihak panitia bisa bekerja sama dengan para Awak Media Untuk bekerja sama dalam hal. publikasi yang bisa di ambilkan dari “Dana Kebutuhan Lainnya”, Misalkan publikasi dalam bentuk sosialisasi le masyarakat soal tahapan seperti visiisi dan calon dan dalam bentuk publikasi Lainnya.

Tapi disini Tidak, Justru Sebagai Alat Publikasi, Awak media hanya menjadi Penonton saja Tanpa Ada Bentuk.kerja sama yang baik.

Melalui Media Ini, Berharap baik kepada pemerintah Daerah, Pemerintah Desa, atau Semua Kepanitiaan apapun Agar Dalam memberikan Ruang Publikasi Haruslah tidak tebang Pilih, agar Semua Media Bisa Turut serta membangun dan memberikan Kontribusi yang baik melalui sebuah Coretan Pena Bagi Masyarakat. 

Salam

Agus Kuprit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *