Maspolin.id

BPR-BKK Cilacap Beri Kontribusi ke Pemkab dan Pemprov Rp 7 Miliar, Tri Basuki: Saya Akan Tegas Jika Terjadi Fraud

Cilacap, Maspolin.id – Ratusan karyawan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) se-Kabupaten Cilacap hadir dalam kegiatan Silaturahmi dan Pembinaan Keluarga Besar BUMD di Sekar Ageng Ballroom Favehotel Cilacap, Jumat (28/6/2019) pagi.

Kegiatan ini merupakan halal bil halal seluruh karyawan untuk menjalin kebersamaan antar BUMD di Kabupaten Cilacap.

Acara dihadiri Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, Wakil Bupati Syamsul Auliya Rahman, Sekda Cilacap Farid Ma’ruf, calon anggota legislatif DPR RI Dapil Jateng 8 Teti Rohatiningsih yang juga istri Tatto Suwarto Pamuji, Direktur Utama BPR-BKK Cilacap Tri Basuki beserta staf, dan para staf OPD di lingkungan Pemkab Cilacap.

Sementara itu, BUMD-BUMD yang hadir adalah BPR-BKK Cilacap, BKK Kesugihan, PDAM Tirta Wijaya Cilacap, Kawasan Industri Cilacap (KIC), Percetakan Grafika Indah Cilacap, dan Apotek Cahaya Husada Cilacap, serta Bank Jateng KCP Cilacap.

Direktur Utama (Dirut) BPR-BKK Cilacap Tri Basuki saat ditemui usai acara mengatakan, halal bil halal ini bertujuan untuk lebih mempererat tali silaturahmi keluarga besar BUMD di Kabupaten Cilacap.

Menurut Tri, BPR-BKK merupakan salah satu BUMD peyumbang PAD tertinggi di Kabupaten Cilacap, yakni Rp 7 miliar hingga tahun 2019.

Alhamdulillah, sedikit banyak kami sudah memberikan kontribusi dan di tahun 2019 ini kurang lebih sebanyak Rp 7 miliar,” katanya, sembari menambahkan bahwa kontribusi tersebut terbagi untuk provinsi dan kabupaten.

Dia menambahkan, pembagian tersebut dikarenakan BPR-BKK ini 51 persen milik provinsi dan 49 persen milik kabupaten, dalam hal ini Pemprov Jateng dan Pemkab Cilacap.

Untuk itu, seperti pesan Bupati pihaknya meminta agar BPR-BKK Cilacap dijaga keamanannya karena bisnisnya bergerak di bidang keuangan. “Kami kerjanya berisiko tinggi. Jika nantinya terjadi fraud (penipuan) di kami, bagaimana,” ucapnya.

Untuk yang satu ini (fraud), tandas Tri, pihaknya tidak main-main. Dia akan tegas.

Tri berharap ke depan akan berupaya memperluas jaringan layanan bagi masyarakat di wilayah Cilacap. “Kami berencana mengadakan kursus gratis bengkel sepeda motor, pelatihan membatik, dan sumur bor untuk masyarakat di desa, yang akan di-launching dalam bentuk kredit multiguna,” ungkapnya.

Perbengkelan di desa sangat potensial karena tidak seperti di kota yang sudah banyak. “Di desa sangat jarang dan jumlahnya sedikit. Kita akan berikan pelatihan secara gratis bagi masyarakat yang ingin membuka usaha di bidang ini,” ungkapnya.

Ada seleksi? Tri menjawab iya, karena pihaknya tidak berani jika bengkel tersebut masih baru. Kalau sudah berjalan dan bagus akan kita latih bagaimana supaya lebih maju.

Selain itu, pihak BPR-BKK berkeinginan membiayai usaha gas di tiap desa dengan sistem bertahap dari jumlah 269 desa di Cilacap.

“Dengan harapan, setiap desa nantinya akan memiliki dua pengepul gas,” ucap Tri memungkasi.

Acara diakhiri dengan penyampaian tausiyah oleh KH Fuad Hasan. (Estanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *