Maspolin.id

Menyoal Vonis Pengadilan Tinggi Jakarta Pada Keputusan Narkotika Tersangka Ferli Faisal Salim.

Ketua Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN)
Brigjen Pol (P) Drs Siswandi dalam siaran persnya mengatakan:

Sangat menyesalkan dan membuat prihatin masih ada putusan Hakim yg tidak mempertimbangkan secara fakta terhadap korban penyalah guna dan pecandu Narkoba. Terhadap terpidana Ferli Faisal Salim yang dihukum 6 tahun serta denda 1 milyar atau kurungan 3 bulan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan di kuat oleh Pengadilan Tinggi, yang pada akhirnya kasasinya di tolak oleh Mahkamah Agung.
Yang aneh pada kasus ini ada kenyataan bahwa Jeniferdun yg ikut menikmati sabu tersebut hanya dihukum 10 bulan oleh Pengadilan Tinggi Jakarta.
Catatan pentingnya adalah pertanyaan, dimana sikap konsistensi Mahkamah Agung yang mengeluarkan Surat Edaran; SEMA 4 th 2010? Terhadap keputusan tersebut jika yakin 114 buktikan hasil kejahatan tersebut pidana pencucian uang.
Putusan terhadap Ferli yg di tolak kasasi nya oleh Mahkamah Agung adalah tragedi keadilan bagi pecandu narkoba.
(DR Ilyas SH, MH yang viralkan tragedi ini).
Keputusan untuk Ferli 6 tahun 3 bulan dan keputusan untuk Jeniferdun 10 bulan,
kedua nya sama-sama pengguna dengan barang bukti Sabhu 0.4140 gram.

Mari kita renungkan bersama kasus ini, mau dibawa kemana para korban Penyalah Guna Dan Pecandu Narkoba?

Korban Penyalah Guna dan Pecandu Narkoba adalah Orang Pesakitan dan korban yang perlu diobati yaitu melalui REHABILITASI. Bukan dengan dipenjara, seperti yang dikatakan oleh Komjen Pol (P) DR Anang Iskandar SIK SH MH (Mantan Kepala BNN RI).

Demikian yang dikatakan oleh Ketua GPAN Brigjend Pol Purn. Drs Siswandi SH, didalam pers rilisnya.

Editor:
S Stanley Sumampouw
03062019.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *