Maspolin.id

Tentang Kemenangan Dan Kebahagiaan Pilkades Bojonegoro

Bojonegoro,Maspolin.id – Pilkades sudah selesai beberapa bulan lalu, pak lurah terpilih sangat bersemangat dan penuh optimisme. Kerja, kerja dan kerja sembari di support para pamong atau perangkat desa, para botoh ( pendukungnya ) di sekelilingnya.

Ada bu hermin, kang kus yang blak-blakkan bongkar-bongkar tambang pasir di perairan bengawan atau tambang galian. dan melarang foya-foya hamburkan anggaran negara.  Kang to, yang turun tangan mengurus irigasi sawah. Ada mas pii yang melepas baju kerjanya.

Ada Lek Nan, yang ubek-ubek kartu kesejahteraan warga. Ada Mas Di, yang siap pasang badan majukan desa. Ada Yu Sih, yang pengalaman soal urusan luaran desa.

Ada pak An, yang ngurus administrasi desa serba elektronik. Ada Kang Is, yang selalu ikut Pak Lurah bagi alat-alat pertanian.

Selain itu, pamong desa yang lain, sibuk menerangkan kebijakan2 langsung dari pak lurah. Ada bu sum, yang sibuk menjelaskan kartu-kartu kesejahteraan yang dikeluarkan oleh pak lurah. Ada pak to, yang menjalaskan infrastruktur desa, ada pak gio, yang selalu kritis mengawasi potensi-potensi desa terkait kebijakan yang diambil pak lurah.

So, para pamong desa yang belum nongol-nongol ( muncul ) produktivitasnya. Mungkin, masih cangkruan, diskusi, merumuskan dan menyusun langkah kongkrit kebijakan agar sejalan dengan kehendak pak lurah.

Ada pak soe, menyiapkan kebijakan ketahanan pangan dan energi desa. Ada bu nurul, menyiapkan efektivitas dan efesiansi BUMDes atau badan usaha desa. Ada pak dzul, yang mencermati pertahanan dan keamanan desa. Ada bu iin, diminta untuk menjaga seni dan budaya serta ekonomi kreatif desa atau pak djon, bu rin, pak mul, yang mencoba membangun semangat kerja mengikuti etos pak lurah.

Di pihak lain, pamong desa yang masih tingggalannya lurah lama, kelihatanya pak lurah juga telah menyiapkan orang-orang yang baru, pamong lama itu, seperti, ada pak yon, yang kemarin ikut sibuk turun ke lapangan menyemangati anak buahnya yang ikut tim pencarian ilegal logging di hutan desa. Ada pak tri, yang jadi komandannya.

Dus, giliran pada penggantian pak tri, pak lurah kurang semangat milih pembantunya itu. Pak lurah seperti terpaksa mengumumkan nama calon pengganti pak tri, itu kelihatan ketika pak lurah menyampaikan nama komandan keamanan yang baru, tidak mengebu memujanya seperti ketika menyampaikan nama-nama pamong desa sebelumnya. Keadaan ini mengingatkan padapenunjukan  jabatan pembantu yang lain sebelumnya yang terpisah, yaitu pak no, yang di tunjuk menjadi kepala badan usaha desa, saat itu juga seperti kurang greget. Entahlah, ada apa atau karena ?

Namun, kalau dicermati, pak lurah memang terlihat seperti depresi untuk penunjukkan dan pengajuan nama pamong baru calon komandan linmas, pak di. Apalagi, setelah calon komandan Linmas pilihan pak lurah itu di sampaikan ke BPD untuk di uji kelayakkanya, pengawas desa itu mengumumkan kepala Linmas menjadi tersangka dugaan korupsi. Braaaak….pak lurah stress dan harus menggelar rapat khusus untuk membahasnya. Apalagi lembaga BPD di desa itu, akhirnya setuju mendukung calon kepala Linmas baru yang diusulkan pak lurah.

Hampir tiga bulan, desa di ramaikan oleh masalah itu. Menutupi gebrakan semangat kerja pamong-pamog pak lurah yang lain. Bahkan menutupi juga kabar ilegal logging di hutan desa itu yang sebelumnya menjadi buah bibir di jagad desa.

Selanjutnya, pak lurah, mengambil keputusan penggantian kepala Linmas desa. Jalan tengah sepertinya, namun masih menyisakan polemik di kalangan pakar hukum dan politik di desa. Pak lurah tidak melantik pak tri yang sudah di setujuai oleh BPD.

Namun, pak lurah tetap memperhatikan kepala yang lama dan menunjuk wakilnya. Sementara untuk pak tri, pak lurah menunda pelantikanya sambil menunggu perkembangan proses hukumnya oleh lembaga pengawas korupsi desa.

Duh, situasinya menunjukan, pak lurah harus berbagi jabatan pamong desanya dengan kekuatan politik yang mendukungnya. Pak lurah tak bisa lagi membusungkan dada : kerja, kerja dan kerja. Pamong desanya yang awal pun, sepertinya terpengarauh.

Dan pagi ini tadi, pak lurah melantik 7 anggota Badan Pertimbangan Lurah. Ironisnya, pak lurah juga tampak kurang semangat.

Diolah dari tulisannya :Jamadi Wong Jatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *