Maspolin.id

MPLS SMP Pius Cilacap Kenalkan Lingkungan Dalam dan Luar Sekolah

Cilacap, Maspolin.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Pius Cilacap, yang digelar mulai Senin (15/7/2019) hingga Rabu (17/7/2019), pihak sekolah tidak hanya mengenalkan lingkungan di dalam sekolah, namun para siswa juga diajarkan untuk mengenal lingkungan di luar sekolah.

Menurut Kepala SMP Pius Cilacap, Jawa Tengah, C Budi Setyawan, Senin (15/7/2019) sore, selain pengenalan lingkungan, pihaknya dalam MPLS ini mewajibkan bagi siswa kelas 7 (yang berjumlah 87 siswa), sedangkan kelas 8 (80 siswa) dan kelas 9 (83 siswa) mengikuti masa orientasi siswa (MOS).

“Untuk anak kelas 7, disamping kami mengenalkan lingkungan sekolah, kami juga memberikan beberapa materi kepada mereka diantaranya spiritual hati, pendidikan Pancasila, dan cara belajar efektif,” ucapnya.

Sedangkan untuk anak kelas 8 dan kelas 9, pihak sekolah memberikan refleksi tentang perjalanan para siswa selama belajar di sekolah hingga akhirnya naik kelas. “Dengan diberikan bimbingan dan materi seperti ini agar ke depan menjadi lebih baik sehingga dapat meraih cita-cita yang diharapkan,” imbuhnya.

Kegiatan dengan tema Mengembangkan Siswa yang Humanis, Cerdas, Kreatif, dan Berkarakter Pancasila, ini dilangsungkan di dalam sekolah maupun di luar sekolah.

Puncaknya, para siswa dan pihak sekolah melakukan bersih-bersih di obyek wisata THR Teluk Penyu dan lainnya, dilaksanakan Rabu (17/7/2019) ini.

“Hari Rabu kami akan melakukan pengabdian ke masyarakat dengan melaksanakan kegiatan positif yang bertujuan mendidik siswa kami agar peduli terhadap lingkungan di luar sekolah,” tuturnya.

Salah satu siswa bernama Francisca Evangelista Pradanti Sudibyo mengaku senang diterima di SMP Pius Cilacap. Menurutnya, sekolah ini murid-muridnya baik dan ramah, juga guru-gurunya.

Fefe – panggilan akrabnya – mengenal SMP Pius sejak masih di bangku SD kelas 4 dari kakak kelasnya.

Selain itu, dia masuk SMP Pius karena ekstrakurikulernya cukup banyak.

“Semoga SMP Pius ke depan lebih maju dan baik, juga guru-gurunya yang ramah menjadi ciri khas di SMP ini,” harapnya.

Wawan – panggilan akrab C Budi Setyawan – berharap, pada akhir dari kegiatan MPLS ini terwujud adanya hubungan yang harmonis antara warga sekolah secara proporsional, dilandasi karakter Pancasila.

“Peserta didik baru dapat berkomunikasi secara interaktif pada pengembangan pembelajaran di lingkungan sekolah, para siswa memahami dinamika sekolah yang perlu dikembangkan sebagai ciri khasnya sejalan dengan pengembangan prestasi dan minat masing-masing, dan segenap warga sekolah bersama-sama menumbuhkan kepedulian dalam menghadapi perubahan dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menjadi bagian penting dalam kemajuan belajarnya,” terang dia.

Ditanya zonasi yang diterapkan dalam PPDB tahun ini, dia secara pribadi mendukung karena hal tersebut menghilangkan dikotomi sekolah unggulan dan non unggulan.

Bahkan, imbuhnya, sekolah unggulan karena embrionya atau input-nya sudah unggul dan berprestasi. “Maunya saya, sekolah itu bukan mencetak siswa untuk bersaing tetapi bekerja sama, yaitu kerja sama mencari ilmu yang tinggi,” ujarnya. (Estanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *