Maspolin.id

KEPALA MAN 1 BOJONEGORO BERTEKAD WUJUDKAN MADRASAH BERMARTABAT PANCASILA

Bojonegoro,Maspolin.id – Dalam rangka untuk kembali menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Model Bojonegoro menggelar dialog Penguatan Nilai-Nilai Pancasila kepada peserta di didik baru tahun ajaran 2019/2020, dalam kegiatan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) yang laksanakan di Aula MAN 1 Model Bojonegoro, Jum’at (18/07/2019).

Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Model Bojonegoro, M. Syaifudin Yulianto, S. Ag, M. Pd. I, dalam sambutan mengucapkan terima kasih kepada para narasumber yang telah bersedia hadir dalam kesempatan tersebut. 

” Saya ucapkan terima kasih yang luar biasa kepada narasumber yang bersedia singgah di tempat kami. Semoga dengan kegiatan dialog ini ” Penguatan Nilai-Nilai Luhur Pancasila “, kami berharap kedepan MAN 1 Bojonegoro menjadi Madrasah Bermartabat Pancasila “.tegas pria asal Kabupaten Tuban ini, di sambut gemuruh tepuk tangan ratusan peserta didik baru di ruang Aula tersebut.  

Hadir narasumber dalam dialog ini, Dr. Danang Sumiharta, M. Sc, M.M, M.Pd dari Bakesbangpol Jawa Timur, 
Ir. Kunjung Wahyudi, ST, M. Cs, Komisi Nasional Pendidikan (Komnasdik) Jawa Timur, Dr. Nasrul Faqih Syarif, S.Sos.I, M.Si, Dosen ITS, Mawanto ST, S.Pd, dari Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Muhammadiyah Surabaya.  

Untuk mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila, menurut Danang Sumimitra ada lima pendekatan yang di lakukan, ia menyebutnya Panca Sadar yakni :

Pertama, sadar Tuhan YME, yakni sadar atas keberadaan Tuhan YME. Bahwa Tuhan hanya satu yakni Allah S. W.T. 
” Baik dan buruk yang kita lakukan, Allah S. W.T. pasti mengetahuinya “.jelasnya.

Kedua sadar diri yakni mengenali siapa dan untuk apa manusia dilahirkan di dunia. “Siapa yang mengenali dirinya, maka dia akan mengenal Tuhannya”.tegasnya dihadapan ratusan peserta MATSAMA MAN 1Bohonegoro.

Selain itu, sebagai manusia harus memiliki jiwa kemanusiaan maka jika tidak memiliki jiwa kemanusiaan maka sama halnya manusia seperti hewan.

” Jangan sampai kita sebagai manusia memiliki sifat kehewanan”.katanya.

Ketiga sadar hidup. Kita sadar bahwa kita hidup tidak sendirian. Sedangkan, ke empat, sadar masalah yakni bahwa setiap manusia memiliki masalah, maka untuk memecahkan masalah harus musyawarah.  

Kelima terakhir, sadar bahagia yakni sadar bahwa bahagia itu penting pasalnya setiap dari manusia pasti ingin bahagia. Apa bukti bahwa semua manusia ingin bahagia? Kata Danang dihadapan para peserta MATSAMA. 

” Buktinya adalah doa, siapapun dan agama apapun pasti ada doa. Nah,   dalam doa itulah keinginan akan kebahagian terungkap. Kedua, Syukur. Siapapun yang bersyukur maka Allah S. W.T, akan menambah nikmatnya”.pungkasnya.

(eko S). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *