Maspolin.id

Dinas Pertanian Luncurkan Tiga Program Alternatif

Cilacap, Maspolin.id – Pemerintah tengah berupaya mendorong petani untuk ikut program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Terlebih, musim kemarau panjang sudah tiba. Salah satu upaya tersebut adalah biaya premi dimasukkan dalam harga sewa alat mesin pertanian (alsintan) yang dikelola Unit Pengelolaan Jasa Alsintan (UPJA).

Hal itu yang kini dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap dengan membuat terobosan memasukkan biaya premi AUTP ke dalam biaya sewa atau operasional penggunaan alsintan yang dikelola UPJA.

Dengan demikian, setiap penggunaan alat mesin pertanian dalam proses budidaya padi secara otomatis usaha tani padi petani sudah terdaftar dalam program AUTP.

“Melalui sistem otomasi pengelolaan brigade alsintan berbasis pola insentif asuransi usaha tani padi, maka biaya penggunaan alsintan bantuan pemerintah menjadi lebih murah,” kata Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian pada Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Sigit Widayanto, Kamis (25/7/2019).

Dia mengungkapkan, pelaksanaan pengelolaan alsintan oleh Brigade Alsintan dan AUTP merupakan dua program yang selama ini berjalan seiring dan sejalan, tetapi belum bersinergi dengan baik.

Dengan demikian, kedua program tersebut di tingkat lapang belum dapat berjalan dengan optimal. “Kondisi eksisting dengan kondisi yang semestinya atau ideal yang akan dicapai terjadi kesenjangan, sehingga perlu diintervensi dengan sebuah inovasi atau gagasan,” ujarnya.

Dalam rangka mengintervensi kesenjangan yang ditimbulkan atas permasalahan tersebut, Sigit mengatakan, diambil inovasi atau gagasan berupa otomasi pengelolaan brigade alat dan mesin pertanian berbasis insentif AUTP. Secara garis besar inovasi atau gagasan tersebut berupa internalisasi biaya eksternal pembiayaan premi asuransi usaha tani padi ke dalam pembiayaan penggunaan brigade alsintan yang dikelola UPJA dalam rangka perlindungan petani akibat kegagalan panen.

“Memasukkan biaya premi AUTP ke dalam biaya sewa atau operasional penggunaan alat mesin pertanian. Sehingga setiap penggunaan alat mesin pertanian dalam proses budidaya padi secara otomatis dimasukkan sebagai peserta AUTP,” katanya.

Menurut Sigit, selain AUTP, Dinas Pertanian juga meluncurkan program Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kambing (AUTS/K), kini sudah tiga tahun berjalan di Kabupaten Cilacap dan kini memasuki tahun ketiga, namun untuk AUTS/K tidak terlalu berkembang dan belum sesuai yang diharapkan karena belum banyak yang mengikuti asuransi tersebut.

Dia menambahkan, saat ini yang sudah mengikuti asuransi berjumlah sekitar 50 ekor sapi, tersebar di wilayah Kabupaten Cilacap, khususnya sentral ternak sapi yang meliputi Kecamatan Cimanggu, Karangpucung, Gandrungmangu, dan Adipala.

“AUTS/K menjamin hewan ternak dengan premi Rp 200 ribu per ekor per tahun. Sebesar Rp 160 ribu ditanggung pemerintah dan sisa Rp 40 ribu dari swadaya petani. Jaminan yang didapat sebesar Rp 10 juta per ekor jika mati dan Rp 7 juta per ekor jika hilang berlaku satu tahun,” jelasnya.

Sementara, AUTP menjamin sawah dengan premi Rp 180 ribu per hektar per tahun. Pemerintah memberikan subsidi pembayaran sebesar Rp 144 ribu dan petani hanya menanggung Rp 36 ribu. Jaminan yang didapatkan sebesar Rp 6 juta per hektar dengan masa pertanggungan sampai panen (4 bulan).

“Kami berharap asuransi pertanian ini ke depan dapat lebih berkembang karena sangat membantu petani, dan asuransi ini sangat bermanfaat,” tutupnya. (Estanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *