Maspolin.id

Rugikan Negara Miliaran, Dua Tersangka Kasus Korupsi Alsintan Ditangkap Polres Sragen

Sragen,Maspolin.id – Jajaran Satuan Reserse Kriminal, khusus tindak pidana korupsi akhirnya menangkap dua tersangka kasus korupsi bermodus pungli bantuan hibah alat mesin pertanian (Alsintan) di Dinas Pertanian Sragen dari dana APBN dan APBD Provinsi tahun 2017. Selasa (30/07/2019).

Keduanya ditangkap setelah sebelumnya tidak ditahan, meski sudah ditetapkan sebagai tersangka. Hal itu, sebagaimana di katakan Kasat Reskrim Polres Sragen Polda Jawa Tengah AKP Suharno dalam keterangannya mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan, siang pukul 11.00 Wib.

Kedua tersangka itu masing-masing mantan Kasie Alsintan Dinas Pertanian Sragen, Sudaryo (58) dan THL POPT Dinas Pertanian, Setyo Apri Surtitaningsih (45). Keduanya hadir di Polres untuk menjalani pemeriksaan dilanjutkan pelimpahan tahap kedua, siang ini pukul 11.00 Wib di kantor kejaksaan negeri sragen ( Kejari).

Pelimpahan tahap kedua, oleh Unit Tipikor Sat Reskrim, dilakukan setelah berkas kasus pungli yang diperkirakan merugikan negara hingga miliaran itu, sudah lengkap alias P-21 oleh Kejari.

“Hari ini, dua tersangka kita limpahkan ke Kejaksaan, bersama berkas perkara dan barang bukti,” papar AKP Harno didampingi Kasubag Humas AKP Agus Jumadi.

Untuk kerugian negara dari kasus dua tersangka itu, AKP Harno menyebutkan berkisar sekitar Rp 500 juta dan alat pertanian yang dipungli.

AKP Harno juga menguraikan, bahwa kasus ini masih akan dikembangkan lagi sehingga barang bukti dan jumlah kerugian negara dimungkinkan akan berkembang.

“Modus kedua tersangka, yakni memindahtanganan alat pertanian dari kelompok satu kepada kelompok tani yang lain, dengan imbalan uang. Imbalannya pun juga bervariasi, ada yang Rp 30 juta ada yang Rp 35 juta, tergantung nilai besar kecilnya alat pertanian yang diterima,” urainya.

Untuk sementara, barang bukti yang diamankan ada satu mesin pertanian berupa traktor besar bernilai Rp 450 juta. Namun alat mesin sementara dititipkan di Mondokan.

Untuk total titik bantuan yang dipungli, belum bisa dipastikan karena dimungkinkan masih ada perkembangan.

Tersangka bakal dijerat dengan Pasal 12 huruf a UU No 20/2001 tentang perubahan atas UU no 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana maksimal seumur hidup paling lama 20 tahun penjara, dan denda sedikitnya 200 juta rupiah.

Admin/Hum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *