Maspolin.id

JELANG IDUL ADHA, PEDAGANG SAPI BOJONEGORO KELUHKAN PENURUNAN PENJUALAN

Bojonegoro,Maspolin.id – Pedagang hewan qurban sapi di Bojonegoro mengeluhkan turunnya angka permintaan hewan qurban sapi di tahun 2019 ini. Angka permintaan tak sebaik dulu, hal itu di duga karena Idul Adha 1440 H, masyarakat lebih memilih membeli hewan Qurban ke peternak sapi. Akibatnya angka penjualan mengalami penurunan hingga kisaran 50 persen.

Pedagang sapi, Asmuri asal Tuban pedagang di Pasar hewan Bojonegoro mengeluhkan hal tersebut. 

Belum banyak sapi yang terjualnya saat ini karena sepinya pembeli meski hari raya qurban hanya tinggal hitungan hari dua pekan lagi. 

” Perkiraan saya dan informasi dari teman-teman, masyarakat pilih membeli ke peternak sapi secara langsung”. Kamis, (01/08/2019).

Ia pun cukup heran dengan kondisi tersebut pasalnya harga sapi berdasarkan ukuran tubuh dan bobot relatif stabil dengan tahun lalu. Yakni kisaran 17 juta hingga 20 juta. Kebanyakan berupa sapi lokal yang di dapat dari pemilik perorangan dan Desa-desa sekitar. 

Sepinya penjualan mendorong dirinya untuk menyediakan sedikit stok saja sekitar 14 sapi dan saat ini ternaknya masih cukup banyak belum terjual. 

Di tahun sebelumnya mayoritas sapi biasanya sudah terjual dua pekan sebelum hari raya qurban. 

” Memang ada penurunan penjualan. Misalkan tahun lalu bisa jual 15 ekor, sekarang ini hanya sekitar 5 -7 ekor saja”.jelas Asmuri. 

Pedagang lain mengaku serupa, Suprawi asal Rengel Tuban. Dari sekitar 20 sapi yang disiapkannya untuk Idul Adha 1440 H ini, baru sekitar 5 saja yang terjualnya hingga saat ini. 

Di tahun sebelumnya, ia bisa menjual habis hingga 40 ekor sapi berbagai jenis hingga beberapa hari sebelum hari raya. 

“Dulu, bisa sampai kekurangan stok. Namun sekarang penjualan malah menurun, tidak laris”.kata Suprawi.

Ia pun mengaku tak tahu persis penyebab penurunan penjualan, dimungkinkan sebagian masyarakat sudah punya sapi peliharaan yang di persiapkan sejak lama untuk berqurban. 

Adapun Suprawi menjual sapi yang di dapatkan dari warga sekitar dan di datangkan dari Tuban. Kisaran harga jualnya mulai dari Rp. 17 juta hingga 30 juta. 

” Rata-rata di harga Rp. 20 juta, untuk perawatan, setiap hari kandang di bersihkan dan komboran, makanan hijau”.pungkasnya. (ekoS). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *