Maspolin.id

BNN RI, 360 Desa Di Cianjur Deklarasikan Desa Bersih Narkoba

Cianjur, Maspolin.id – Perlu ada strategi khusus untuk menangani masalah Narkoba yakni melalui keseimbangan antara penegakan hukum dan pendekatan kesehatan di masyarakat. Hal itu dikatakan Plh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Daud Achmad saat menghadiri Deklarasi Serentak 360 Desa dan Kelurahan Bersih Narkoba di Gedung Assakinah, Kabupaten Cianjur, yang  diresmikan oleh Kepala BNN RI Komjenpol Heru Winarko yang pada kesempatan tersebut juga dihadiri oleh Pelaksana Harian (Lakhar) Ketua DPD Granat Jawa Barat, Brigjenpol purn. Anang Pratanto. Senin, 13 Agustus 2019.

Daud Menjelaskan Bahwasanya pendekatan kesehatan ini bertujuan untuk memutus mata rantai para pengguna narkoba melalui perawatan atau rehabilitasi. Selain itu, Daud berujar upaya pencegahan dan pemberdayaan masyarakat pun harus dioptimalkan sehingga warga dapat terlindungi dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

“Dengan terlindunginya rakyat kita, maka akan melahirkan sumber daya manusia yang sehat dan unggul untuk berperan dalam menghadapi globalisasi dan tantangan yang semakin berat,” kata Daud.

Dari hasil survei nasional di 34 provinsi pada 2017, jumlah penyalahguna narkoba mencapai 645.482 orang, dengan jumlah kerugian biaya sosial ekonomi akibat penyalahgunaan narkoba mencapai Rp16 miliar lebih.

Sesuai Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Daerah Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika Tahun 2018-2019.

Pemdaprov Jabar pun telah membuat surat edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 354/09/Yanbangsos tentang Penguatan Program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Dalam kesempatan itu juga Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Heru Winarko mengatakan, hasil penelitian menunjukkan Jawa Barat tertinggi untuk pengguna narkoba di kalangan remaja dengan persentase 3 hingga 5 persen. Jabar pun menjadi fokus utama BNN karena memuat 20 persen penduduk Indonesia.

Heru pun mengimbau masyarakat bisa bahu-membahu memberantas dan mencegah peredaran narkoba. “Termasuk kalau ada pengguna dan transaksi, langsung tangkap saja. Itu tangkap tangan, siapa pun bisa menangkap nanti baru diserahkan ke kepolisian atau BNN untuk diproses,” kata Heru.

Admin/Sumber Brigjend Pol purn Anang Pratanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *