Maspolin.id

Tiga Pelaku Persetubuhan di Bawah Umur Digaruk Polisi

Cilacap, Maspolin.id – Persetubuhan terlarang dengan korban di bawah umur marak di mana-mana, termasuk di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Seperti Ima (16), bukan nama sebenarnya, mengalami nasib tragis. Dia digagahi oleh tiga pelaku yang juga di bawah umur, yakni Oki (19), warga Dusun Wadasjontor, Desa Patimuan, Kecamatan Patimuan; Fnr (15), warga Dusun Sidamukti, Kecamatan Patimuan; dan Nh (16), Dusun Karenanyar, Rawaapu, Kecamatan Patimuan.

Menurut informasi, kejadian berawal pada Rabu (21/8/2019) sekitar pukul 11.00 WIB, korban pamit ke sekolah pada ibunya. Namun, hingga malam korban belum juga pulang ke rumah.

Saat dihubungi lewat hp, tidak aktif. Baru pada Kamis, (22/8/2019) sekitar pukul 05.00 WIB, korban pulang ke rumah.

Ketika ditanya sang ibu, korban hanya bungkam, dan setelah ibunya menghubungi ayahnya yang sedang bekerja di Wonosobo, korban baru mengaku kalau dia menginap di rumah Oki di Dusun Wadasjontor, Desa Patimuan, dan telah disetubuhi tiga tersangka secara bergiliran.

“Modus operandi yang dilakukan pelaku utama, Oki yakni memanggil korban untuk datang ke rumahnya melalui Facebook. Setelah korban tiba di rumah pelaku, korban diberi obat berbentuk tablet sebanyak 10 butir dan diberi minuman keras jenis ciu. Tak lama kemudian, korban tidak sadarkan diri. Dan pada saat korban tidak sadar itulah, korban disetubuhi oleh ketiga pelaku bergiliran,” kata Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto melalui Kasat Reskrim AKP Onkoseno Gradiarso Sukahar saat jumpa media di Mapolres Cilacap, Kamis (5/9/2019).

Selanjutnya, pihak Polsek Patimuan langsung melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan saksi.

Dari hasil pemeriksaan, terdapat luka pada kemaluan korban.

Sementara, pelaku utama, Oki ditangkap petugas Polsek Patimuan, Rabu (28/8/2019), di rumahnya.

Selain mengamankan tersangka, pihak Polsek juga mengamankan barang bukti (BB) berupa 1 stel pakaian korban, 3 stel pakaian tersangka, dan 1 buah botol air mineral bekas minuman keras jenis ciu.

“Korban masih sekolah kelas 1 SMA, usia sekitar 15 atau 16 tahun,” tandas Onkoseno.

Sedangkan Oki, pelaku utama merupakan pengangguran dan kenal dengan korban melalui Facebook, kemudian diajak bertemu di rumahnya dan disuguhi minuman keras.

“Setelah itu, korban disetubuhi oleh pelaku dan beberapa temannya yang lain,” ungkap Kasat Reskrim.

Masyarakat, khususnya para orang tua untuk selalu mengawasi pergaulan anak-anaknya. “Jangan sampai salah pergaulan, baik melalui dunia nyata maupun dunia maya,” tandas dia.

Pelaku bakal dijerat Pasal 81 UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Persetubuhan Terhadap Anak, dan diancam pidana penjara 5 hingga 15 tahun atau denda sebesar Rp 5 miliar. (Estanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *