Maspolin.id

SCAMMER DAN FOTO POLISI.
(Penipuan di medsos memakai foto Polisi).

Oleh: S Stanley Sumampouw

“Scammer adalah seseorang atau kelompok yang menipu uang kita dengan cara yang sangat licik dan kotor. Mereka menipu lewat dunia maya atau dunia nyata. Pelakunya orang orang lokal dan International.”

Dunia medsos yang berkembang sangat pesat tentunya membawa berbagai implikasi pada masyarakat luas. Masa kini, hari ini, penipuan2 yang dilakukan di medsos semakin marak. Pengaduan yang masuk ke inbox saya soal scammer ini tidak sedikit.

Aduan yg masuk kebanyakan adalah soal seseorang yang memakai seragam polisi dan melakukan penipuan kebanyakan pada kaum wanita.
Mereka dengan berbekal foto anggota polisi yang gagah (kebanyakan berpangkat bintara dan pamen) dan ganteng, mereka mulai memasang jerat2 asmaranya lewat rayuan mautnya. Lalu sesudah jerat2 asmaranya mulai menjerat korbannya, pelaku mulai memanen hasilnya dengan “pinjam” uang yang katanya karena ada kebutuhan macam2 yang mendesak.

Modus seperti ini sudah merebak. Dalam banyak kasus yg dilaporkan di group WA, dipastikan terbanyak yang dipakai adalah foto dari anggota polisi. Dari banyak percakapan dengan para korban,  mereka yakin bahwa pelaku adalah anggota polisi karena banyak pose foto yang lokasinya diambil dengan latar belakang atau dalam suasana dikantor polisi.
Pertanyaannya sekarang apakah anggota polisi yang dipakai fotonya untuk melakukan scammer itu tahu? Saya rasa tidak. Tidak tahu karena berbagai sebab, diantaranya keterbatasan kemampuan TI.

Dari bincang2 dengan para korban saya dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut;

Kesimpulan saya;
1. Kebanyakan korban sedang berada pada tahapan ‘krisis rumah tangga’ atau janda (maafkan saya utk tdk bermaksud menggenalisir).
2. Dari perkenalan tsb terjadi interaksi yg membuat korban bersimpati dan menaruh kepercayaan kepada pelaku.
3. Korban semakin percaya karena foto2 pelaku yg mengesankan dia anggota Polisi, berwajah tampan dan masih berusia muda.
4. Korban juga timbul simpati karena tutur kata pelaku yg sopan, simpatik, dan penuh perhatian terhadap diri korban.
5. Setelah hal no 2 sampai no 4 tercapai, pelaku akan mulai meminjam uang kepada korban dengan alasan2 yg bersifat mendesak.
6. Korban belum pernah bertemu muka dgn pelaku.
7. Korban belum pernah ketempat atau kantor pelaku.
8. Saat uang berpindah tangan, tlp korban di blokir atau korban sdh tdk bisa menghubungi pelaku.
9. Medsos atau FB yg menjadi awal dari perkenalan juga sdh tidak bisa diakses/menghilang.
10. Ciri lainnya adalah, menurut pengakuan korban, pelaku dengan korban selalu berbeda propinsi dengan jarak yg berjauhan. Misalnya, korban berada di Sulawesi Utara dan pelaku mengaku berada atau “berdinas” di Aceh pedalaman. (Bisa saja pelaku berada disebelah rumah korban).

Kesimpulan saya tersebut hampir merata disemua kasus.
Pertanyaannya apakah hal yang sama tidak terjadi pada kaum pria? Kena dibohongin dengan foto perempuan cantik nan sexy.
Saya pikir pasti terjadi dan mungkin kasusnya jauh lebih banyak, hanya saja kaum pria “gengsi” dan malu untuk mengakuinya.

Bagaimana dengan penanganan kepolisian terhadap kasus2 scammer yg marak terjadi di berbagai daerah yang justru memakai identitas kepolisian? Pihak Polri tentunya sudah banyak menangkap dan menangani kasus2 scammer di berbagai daerah. Rasanya pihak kepolisian juga tidak bisa berbuat banyak jika kesadaran dari pihak pemakai medsos tidak bertumbuh.
Bagi Kepolisian, mungkin sudah saatnya dipertimbangkan semacam himbauan yg dimulai ditingkat Polisi Sektor (Polsek) dari Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) kepada para anggotanya, agar didalam bermedsos jangan menampilkan foto dengan memakai seragam dinas polisinya. Kapolsek bisa memberikan himbauan pada setiap apel pagi. Bilamana dirasakan perlu bisa saja himbauan ditingkatkan menjadi peraturan dari tingkat yg lebih tinggi.

Hal lain yang bisa disiasati adalah pada waktu berkenalan kita bisa minta untuk video call. Pengalaman membuktikan bahwa pihak scammer biasanya menghindar untuk melakukan video call dengan berbagai alasan. Alasan yang paling sering dipakai adalah dengan mengatakan bahwa hp yang dipakainya rusak atau jadul.

Dan akhirnya, harus ada himbauan yang bersifat masif pada masyarakat pemakai medsos atau Netizen, agar selalu waspada dan tidak terpancing akan rayuan atau ajakan2 curhat dan tergoda pada foto2 pria tampan bersispek atau wanita2 cantik nan seksi. Apalagi sampai jatuh cinta mati-matian.

Waspadalah…waspadalah….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *