Maspolin.id

Takut Terjaring Operasi Patuh Semeru 2019, Dua Motor Pelajar di Jombang Terlibat Kecelakaan

Jombang,Maspolin.id – Sejumlah pengendara sepeda motor di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, berusaha menghindari razia polisi yang sedang menggelar operasi Patuh Semeru 2019.

Bahkan, puluhan pengendara sepeda motor yang masih dibawah umur dan berseragam sekolah berusaha memutar balik kendaraannya saat melihat ada razia polisi, karena takut dikenakan tilang (bukti pelanggaran), Sabtu (7/9/2018).

Kejadian itu terlihat saat polisi menggelar razia kendaraan dalam rangka Operasi Patuh (Optuh) Semeru 2019. Dalam kegiatannya, petugas menyasar pengendara sepeda motor yang masih di bawah umur di kawasan Jalan Kusuma Bangsa Kota Jombang.

Petugas yang mengetahui kejadian itu langsung berusaha menghentikannya dan memberikan arahan agar tidak memutar balik kendaraannya, karena sangat membahayakan bagi dirinya maupun pengendara lain.

Bahkan, dalam operasi Patuh Semeru kali ini sempat terjadi insiden kecil, yaitu siswi sekolah yang mengendarai sepeda motor Scoopy tertabrak pengendara sepeda motor Beat dari arah belakang ketika akan putar balik arah. Beruntung tidak ada korban luka, hanya motor Scoopy mengalami kerusakan pada bagian samping depan dan bawah sebelah kanan.

“Iya, terjadi kecelakaan tadi karena mungkin dia tau ada razia dia putar balik, karena tidak melihat di belakangnya akhirnya tertabrak yang dari belakang. Tapi tidak apa-apa, karena masih sekolah jadi merasa takut,” kata Iptu Mulyani.

Lanjut Mulyani, dalam razia yang sudah digelar selama delapan hari ini, kurang lebih sudah sebanyak 2.500 pelanggar yang diberikan sanksi tilang. Mereka didominasi pelajar yang masih berusia di bawah umur.

“Selama delapan hari ini, pelanggaran didominasi helm dan anak dibawah umur yang masih berstatus pelajar,” ujarnya.

Razia ini akan terus dilaksanakan hingga batas waktu yang sudah ditentukan, sedangkan sasaranya akan dilakukan secara bergiliran di titik-titik tertentu. Dalam operasi patuh ini, ada delapan fokus sasaran menjadi bidikan petugas. Yakni penggunaan helm tidak sesuai standar, pengendara dalam pengaruh alkohol, pengedara di bawan umur dan menggunakan HP saat berkendara.

Selain pengendara roda dua, razia juga akan menyasar pengendara roda empat yang tidak memakai sabuk pengaman atau safety belt, kecepatan melebihi batas maksimum, melawan arus serta penggunaan lampu rotator atau strobo.

“Operasi Patuh Semeru ini akan kami laksanakan hingga tanggal 11 September 2019, bagi pelanggar langsung kami kenakan tilang untuk sidang di pengadilan,” pungkas Iptu Mulyani.

Jajang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *