Maspolin.id

Tangkap Peluang di Desa, Kinerja BPR BKK Cilacap Makin Moncer

Cilacap, Maspolin.id – Geliat PD BPR BKK Cilacap menggandeng nasabah dari kalangan menengah ke bawah, khususnya kalangan UMKM ternyata mampu membawa bank ini meraih peringkat ke-2 Jateng dan 25 nasional dengan laju omzet di atas Rp 200 miliar.

Dirut PD BPR BKK Cilacap Tri Basuki bahkan tidak malu menyebut bahwa bank yang dipimpinnya berasal dari desa. “ADD dulu dari BPR BKK,” katanya usai menggelar Gebyar Hadiah tabungan dan deposito tahun 2019 di kantornya, Senin (9/9/2019).

Kerja sama dengan kalangan masyarakat desa baginya merupakan keasyikan tersendiri. Karena selain cost-nya murah, hasil yang didapat jauh lebih besar.

Dalam suatu kesempatan, Tri pernah mengatakan ke depan pihaknya akan berupaya memperluas jaringan layanan bagi masyarakat di wilayah Cilacap. “Kami berencana mengadakan kursus gratis bengkel sepeda motor, pelatihan membatik, dan sumur bor untuk masyarakat di desa, yang akan di-launching dalam bentuk kredit multiguna,” ucapnya.

Menurutnya, perbengkelan di desa sangat potensial karena tidak seperti di kota yang sudah banyak. “Di desa sangat jarang dan jumlahnya sedikit. Kita akan berikan pelatihan secara gratis bagi masyarakat yang ingin membuka usaha di bidang ini,” ungkapnya.

Tri menjawab iya ketika ditanya ada seleksi untuk itu, sebab pihaknya tidak berani jika bengkel tersebut masih baru. Kalau sudah berjalan dan bagus akan kita latih bagaimana supaya lebih maju.

Selain itu, pihak BPR BKK berkeinginan membiayai usaha gas di tiap desa dengan sistem bertahap dari jumlah 269 desa di Cilacap.

“Dengan harapan, setiap desa nantinya akan memiliki dua pengepul gas,” ucap Tri.

Yang kini sedang dikerjakan adalah kerja sama BPR BKK dengan PDAM Tirta Wijaya Cilacap, yakni untuk mengatasi krisis air bersih yang terjadi akibat kekeringan di Cilacap.

BPR BKK akan membantu masyarakat untuk membiayai pemasangan instalasi air PDAM.

“Untuk wilayah yang masih jauh dari jangkauan jaringan pipa PDAM, kami akan berkolaborasi dengan program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas). Yakni salah satu program yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat,” ujar Tri Basuki.

Menurut dia, pada musim kering seperti sekarang ini, sumur yang dibuat program Pamsimas mendangkal, sehingga membutuhkan penggalian lagi agar bisa mendapatkan air.

“Pada situasi itu kami akan membiayai penggalian lagi sumur tersebut, sekaligus membenahi penyaluran airnya,” lanjut dia.

Dijelaskan, dari 160 kelompok masyarakat di Cilacap yang selama ini menikmati program Pamsimas, 4 kelompok diantaranya sudah mendapat bantuan dari PD BPR BKK untuk mengatasi musim kering. “Maka kami mengadakan pelatihan bagi remaja desa, diantaranya montir, UMKM, dan pelatihan potong rambut untuk barbershop dan keterampilan lainnya,” tutupnya. (Estanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *