Maspolin.id

Hutan Jati Milik Perhutani Terbakar

Cilacap, Maspolin.id – Hutan jati milik Perhutani di petak 87 C RPH Kubangkangkung KPH Banyumas Barat, seluas 2,5 hektare, tepatnya di pinggir Jalan Raya Sidaurip-Kawunganten, Desa Sidaurip, Kecamatan Kawunganten, Cilacap, Jateng, Rabu (11/9/2019) sore, terbakar.

Kebakaran diduga akibat cuaca kering dimana kawasan hutan menjadi mudah terbakar.

Kebakaran sempat menghentikan arus lalu lintas dari Jeruklegi menuju Sidareja.

Guna menghindari kebakaran meluas serta membahayakan pengguna jalan, Babinsa Koramil 09/Kawunganten Serma Mustadi dan Serka Sugiyanto bersama petugas pemadam kebakaran membantu memadamkan api dengan menggunakan mobil tanki milik UPT BPBD Sidareja.

Kebakaran tersebut berlangsung hingga malam hari. Dan api baru bisa dipadamkan menjelang tengah malam, setelah petugas Polsek, petugas Perhutani, dan warga sekitar melakukan upaya lokalisasi api.

Menurut Serma Mustadi, setelah pihaknya mendapat informasi dari masyarakat terkait kebakaran, dia langsung berkoordinasi dengan Asper BKPH Kawunganten dan UPT BPBD Sidareja untuk pengerahan mobil Damkar. “Alhamdulillah api dapat dipadamkan sekitar pukul 20.30 WIB,” ungkapnya, Kamis (12/9/2019).

Pada musim kemarau seperti ini, hutan Perhutani di jalan raya Sidaurip hingga Kubangkangkung, setiap tahunnya sering mengalami kebakaran, diduga karena ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Namun begitu, kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materi.

Pihaknya mengimbau agar warga tidak membakar sampah di sekitar hutan selama musim kemarau seperti saat ini, karena dikhawatirkan akan menimbulkan kebakaran lahan dan hutan.

Sementara itu, Kapolsek Kawunganten AKP Budi Suryanto mengatakan, saat terjadi kebakaran, pihaknya tidak bisa meminta bantuan mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api, karena lokasi hutan yang terbakar tidak mungkin dilalui mobil pemadam.

Untuk itu, pemadaman api hanya bisa dilakukan secara manual dengan melokalisir sebaran api.

Arus lalu lintas sempat dialihkan melalui jalur selatan Wangon-Karangpucung, karena kondisi jalan antara Jeruklegi-Sidareja memang sudah tidak mungkin dilalui, karena asap dari hutan yang terbakar membuat jarak pandang pengemudi menjadi sangat terbatas. “Padahal kondisi jalannya naik turun dan berkelok-kelok,” katanya, Kamis (12/9/2019).

Dari data yang diperoleh, Kapolsek menyebutkan luas lahan yang terbakar mencapai 2,5 hektare. Dia meminta agar selama musim kemarau ini, warga yang ada di lokasi hutan agar lebih berhati-hati dengan tidak membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan.

”Dari catatan kami, selama musim kemarau ini sudah empat kali terjadi kebakaran di hutan Kubangkangkung. Kebakaran kemarin yang terbesar,” katanya. (Estanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *