Maspolin.id

AKBP IMAM SUHADI SIK: “BATU ADALAH SIMBOL KEBENARAN”

Sebagian koleksi batu akik pak Imam.

Bogor, maspolin.id

Di temui di kediamannya di Bogor, dengan senyum lebarnya yang khas, perwira Akpol angkatan 1996, mas  AKBP Imam Suhadi SIK, yang kini menduduki jabatan sebagai KASUBAGBINKAR BAG SDM KORPS BRIMOB POLRI di Kelapa Dua Depok, mengurai arti batu bagi dirinya. Berbeda dengan orang pada umumnya, mas Imam  ini bukan hanya hobi batu saja tidak juga benar-benar mendalami ilmu perbatuan. Pada waktu Booming batu dahulu 2014-2016, tidak tanggung tanggung juga ikut memotong dan memoles batu kalau ada waktu. Baginya batu buian Cuma sekedar hiasan di tangan saja, namun lebih dari itu. “Batu itu bagi saya,   sama aja seperti bicara kehidupan. Kita akan berbicara seperti awal eksistensi manusia sejak dari awal sampai sekarang.” “Batu itu simbol alam semesta dan memang bagi saya ini hal yang serius bukan main main. Hal ini banyak  saya pikirkan. Bahkan waktu saya ketika berkelana, menjelajahi alam ketika saya penempatan di daerah daerah , seperti di Bengkulu dan Di Aceh, 80 -90 persen saya pakai untuk berpikir. Di sanalah saya pikirkan juga tentang arti batu batu yang ada di kita ini. Sambil mengambil koleksi batu-batunya edisi lawas, ia kemudian melanjutkan lagi. “Lihat batu batu yang sudah jadi ini, saya bisa katakan mengolah batu  itu seperti mengolah hati, untuk menjadi batu yang baik dan bagus itu perlu di asah terus. Hatipun begitu juga. Perlu di asah terus. Baru nanti hati yang cemerlang, bagusnya bisa keluar dan jadi.

Apakah batu kesukaan mas Imam Suhadi ?

“Saya suka batu apa aja kecuali batu imitasi dan Pewarnaan. Karena itu bagi saya artinya kepalsuan. Karena mempertahankan keaslian itu artinya mempertahankan kehidupan kita  manusia yang kita ingin pertahankan dalam kan kehidupan. Hidup yang tanpa kepalsuan. Batu apapun kita bahas, kita bicarakan. Maka nanti diujung pasti kebenaran. Ini batu beneran apa bukan? Buat apa terang, warna bagus. Mengkilat. Eh taunya palsu. Buat apa kita bicara sia2. Yang palsu itu sia sia”
Konon, dulu mas Imam ini sampai punya batu cincin sampai satu lemari penuh. Bahkan gosipnya, sampai bisa beli mobil segala ketika booming batu. Tapi sekarang, sudah banyak yang minta minta juga sehingga tinggal tersisa seperti yang terlihat.
Dan percaya atau tidak, bagi mas Imam yang berkulit hitam manis ini, Batu itu  bisa sangat berpengaruh sama kedinasan.
“Beda lho memakai batu cincin sama make tapi ya tentu saja bagi orang yg bisa membedakan. Bagi yg tidak mau ngerti, ya tidak bisa membedakan.
Perbedaannya misalnya,  buat memompa adrenalin. Enggak takut. Bisa, kita pilih batu seperti itu. Karena pada dasarnya batu itu dari alam energinya beda beda. Jadi memang ada energinya misalnya buat keberanian.”

“Banyak pengalaman saya, missal saja ada pengalaman saya masuk hutan, memakai batu giok, ini batu yang bersumber dari alam bisa membuat kita terlindung dari penghuni penghuni hutan juga.”
, .

“Saya memang paling senang batu di dunia ini, batu giok. Karena giok itu identik warnanya hijau, Warna hijau itu warna kedamaian, jadi kalau orang masuk surga warnanya kan  hijau. Ya di surga itu begitu, makanya batu giok itu di sebut batu surga.
Enggak ada cerita manusia enggak cocok sama batu giok. Batu giok itu adalah
lambing pluralisme. Harganya bisa menyentuh ke bawah, bisa juga ke atas.”

“dan wajar aja kalau banyak orang suka batu giok, karena Manusia itukan sukanya yang dingin. Giok itu lambang dingin. Di mata jadi dingin.  Ratu kidul juga suka giok. Identic warna hijau. Dewi kwan im juga suka giok. Identik dengan batu giok.
Batu giok itu hawanya kan menarik hawa dingin. Jadi wajar banyak yang suka. Pernah, saya potong batu giok, dia dipotong pakai mesin, beda memang sama batu lain. Batu giok enggak panas.  Atau panasnya berbeda. “
“kita ini harusnya bersyukur di  cina banyak giok palsu, disini kita masih punya banyak asli. Boleh dikatakan masyarakat Indonesia itu sebenarnya lebih dulu mengenal tentang batu, hanya saya kurang bisa mengolah batunya”

“Batu giok itu juga suka mengorbankan dirinya sendiri. Jadi dia suka mengorbankan dirinya untuk melindungi manusia ketika manusia dalam bahaya, Makanya dia pecah. Pecah itu artinya dia sedang melindungi manusia dengan mengorbankan dirinya sendiri”

(HSA/MASPOLIN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *