Maspolin.id

Penanganan Kasus Penganiayaan Oleh Polresta Depok 3 Tahun Jalan Ditempat.

Tersangka Dicky H Hutabarat yang kebal hukum

Depok, Maspolin.id – Kepolisian Resort Depok saat ini dipertanyakan kinerjanya. Hal ini gara-gara laporan yang dibuat oleh seorang kakek yang berdagang kopi yang dikeroyok oleh sekelompok orang yang dipimpin oleh Dicky H Hutabarat, hingga hari ini tidak jelas juntrungannya. Akibat pengeroyokan tersebut kakek yang bernama Edi Eriza tersebut mengalami luka di pelipis serta urat syaraf diatas mata terputus, sehingga saat itu korban tidak dapat melihat dan bahkan selama 60 hari korban tidak dapat menjalankan usahanya untuk menghidupi keluarganya.

Setelah mengalami Pengeroyokan dengan bantuan tetangga jualannya korban di antar ke Polresta Depok, lalu oleh seseorang berpakaian hitam putih Edi Eriza di antar kerumah sakit Harapan Depok untuk dilakukan visum. Sesudah diambil visum korban di bawa lagi ke Polresta Depok ruang SPK untuk melaporkan kejadian ini.

Lalu di buatkan surat dengan no: STPLP/2280/K/VIII/2016/PMJ/Resta Depok, Selasa tanggal 09 Agustus 2016.

Berbagai keanehan dan ketidak adilan terjadi dalam kasus ini. Pelaku se olah-olah mendapat keistimewaan dari Polisi dan kebal hukum. Mulai dari saksi yang tidak pernah dihadirkan oleh pihak pemeriksa sampai dengan dipergokinya pelaku sedang bercengkrama dengan pemeriksa haha hihi dengan akrabnya diruangan pemeriksa, oleh korban.

Hingga saat berita ini kami turunkan telah terjadi  pergantian 4 kali Kepala Kepolisian Resor Depok dan perkara ini tetap tidak ada juntrungannya dan kejelasannya. Apakah karena korban Edi Eriza hanya seorang kecil sehingga tidak memperoleh perhatian yang semestinya. Sedangkan pelaku penganiayaan bebas berkeliaran hingga saat ini tanpa tersentuh hukum yang berlaku.

Jangan sampai pepatah: “Tumpul keatas dan tajam kebawah” benar2 berlaku untuk Polresta Depok.

Redaksi Maspolin.





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *