Maspolin.id

Workshop Parenting Islami di SMP Muhammadiyah 1: Anakmu Bukan Milikmu

Cilacap, Maspolin.id – Pesatnya perkembangan teknologi, terlebih di era serba digital sekarang ini membawa konsekuensi positif dan negatif. Tinggal bagaimana kita menggunakan teknologi tersebut untuk tujuan yang baik atau sebaliknya.

Terutama bagi anak yang cepat menerima perkembangan teknologi karena rasa ingin tahu mereka.

Menyikapi hal itu, SMP Muhammadiyah 1 Cilacap menggelar Workshop Parenting Islami dengan tajuk Anakmu Bukan Milikmu, pada Sabtu (14/9/2019) di masjid sekolah tersebut.

Bak sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Itulah upaya yang sedang digalakkan oleh SMP Muhammadiyah 1 Cilacap atau lebih populer disebut SMP Mutu dalam mendampingi dan memperkuat pendidikan karakter terhadap peserta didik.

Proses mendidik anak bisa dilakukan di mana saja, tidak melulu harus menyandarkan pada lembaga pendidikan. Bahkan, pendidikan yang paling berpengaruh dalam perkembangan anak yaitu pendidikan dalam keluarga.

Pendidikan dalam keluarga dapat memberikan pengaruh besar terhadap karakter anak. Sebab, kunci utama untuk menjadikan pribadi anak menjadi baik, yang terutama terletak pada pendidikan dalam keluarga.

Setelah Rabu (11/9/2019) lalu SMP Mutu Cilacap bekerja sama dengan Dinas KB PP dan PA Kabupaten Cilacap menggelar Sosialisasi Undang-Undang Perlindungan Anak, hari Sabtu (14/9/2019) ini SMP Mutu kembali mengajak para orang tua peserta didik untuk belajar bersama dalam gelar Workshop Parenting Islami dengan tajuk Anakmu Bukan Milikmu, dan menghadirkan narasumber Mulyadi Yulianto atau Kak Imung.

Acara ini bertujuan mengedukasi orang tua dalam membangun pendidikan dalam keluarga, mempererat silaturahmi orang tua dan guru, dan membuka ruang diskusi antara orang tua dan guru.

Anak yang memiliki karakter yang baik dan shalih tidak terlepas dari pendidikan dalam keluarga yang kuat, serta pendidikan di sekolah yang mengedepankan pendidikan karakter.

Kegiatan dihadiri seluruh orang tua siswa kelas 7A hingga 7J, para guru, dan kepala sekolah.

Kepala SMP Muhammadiyah 1 Khaerul Anwar mengatakan, tujuan workshop ini adalah pentingnya orang tua bisa menjadi orang tua, memahami anak, karena zaman sudah berubah. “Oleh karena itu, sebagai orang tua juga harus berubah,” ungkapnya.

Setiap orang tua, imbuhnya, pasti menginginkan anaknya menjadi sukses. Anak yang memiliki karakter yang baik dan shalih tidak lepas dari pendidikan dalam keluarga yang kuat. Serta pendidikan di sekolah yang mengedepankan pendidikan karakter.

Sementara Mulyadi Yulianto, narasumber workshop menekankan, selain rizki, dalam pandangan Islam, anak merupakan titipan Allah SWT. Maka perlu mendapatkan pendidikan yang baik, dan para orang tua biasanya memberikan nama anak terselip doa dan arti nama tersebut.

Selanjutnya dikatakan, sikap dasar orang tua diantaranya menerima dengan tulus anak apa adanya, mengambil tanggung jawab penuh terhadap anak, dimana menurut penelitian bahwa kecerdasan anak itu 40-50 persen dari keturunan (genetik), 20-30 persen dari gizi (nutrisi), dan 10-20 persen dari pendidikan.

“Jadi, sekolah hanya membantu mencerdaskan anak bapak ibu. Anak merupakan titipan, yang nantinya akan dipertanggungjawabkan oleh orang tua, sebab keluarga adalah pendidikan yang pertama dan utama,” pungkas Kak Imung, panggilan akrab Mulyadi Yulianto.

Dia menekankan, belajar tidak mengenal waktu dan belajar tidak mengenal usia. Untuk itu, selama nafas masih di kandung badan, belajar dapat selalu kita lakukan.

Kedatangan Kak Imung membuat para orang tua antusias. Seperti pada Sabtu itu di Masjid Muhammadiyah 2, SMP Mutu Cilacap.

Mereka begitu eforia menerima materi workshop dan berinteraksi dengan pembicara yang tidak lain salah satu pendongeng terkenal di Indonesia.

Begitu banyak manfaat didapat dari acara tersebut, diantaranya mendobrak pola pikir orang tua tentang pentingnya belajar menjadi orang tua, memfasilitasi orang tua mengetahui trik untuk memahami anak, mengajak orang tua untuk mengupas habis permasalahan orang tua dan anak, serta memahami parenting Islami. (Awan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *