Maspolin.id

Datangi DLH, Warga Winong Tagih Janji Penyelesaian Dampak Limbah B3 PLTU

Cilacap, Maspolin.id – Sekitar 150 warga Dusun Winong, Desa Slarang, Kecamatan Kesugihan, Cilacap, Jateng, yang tergabung dalam Forum Masyarakat Winong Peduli Lingkungan (FMWPL) berunjuk rasa di depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cilacap.

Mereka menagih janji DLH Cilacap agar segera menyelesaikan permasalahan debu akibat limbah batu bara, dan menuntut penyelesaian masalah pencemaran lingkungan akibat debu dan limbah dari PLTU.

Beberapa tahun terakhir, menurut warga, ash yard (tempat pembuangan limbah B3) PLTU yang berdekatan dengan permukiman warga menyebabkan munculnya banyak debu.

Untuk itu, warga meminta agar ash yard yang berjarak 5 meter dari permukiman untuk segera dipindahkan.

Koordinator aksi, Agus Mulyadi mengatakan, pencemaran lingkungan akibat debu dan limbah PLTU Cilacap di Desa Karangkandri memberikan dampak buruk pada kualitas lingkungan hidup, kesehatan, kenyamanan warga, rusaknya sumber air warga, dan perekonomian di Dusun Winong.

“Ada kurang lebih 300 KK dan 75 persen dari anak-anak kami yang terkena dampak debu itu telah kami rasakan lebih dari lima tahun lamanya,” ungkap Agus.

Dalam orasinya, mereka menyerukan tolak limbah B3 PLTU. Jika tidak diindahkan, warga akan melakukan pemblokiran terhadap akses pembuangan B3 dan akan menutup semua akses ke PLTU.

Mereka juga mengajak pejabat tinggal di lingkungan masyarakat, dekat dengan limbah B3, dan ikut melihat, merasakan apa yang diderita waga Winong selama ini.

Atas aksi tersebut, Kepala DLH Kabupaten Cilacap, Awaluddin Muuri memberikan respon dengan mempersilakan 15 perwakilan warga Winong untuk audiensi.

Dalam audiensi, perwakilan warga, Riyanto meminta Pemkab Cilacap melalui DLH Cilacap agar segera menyelesaikan permasalahan tersebut selama satu bulan. Apabila tidak dipenuhi, warga akan menutup paksa PLTU.

“Apabila DLH tidak bisa menyelesaikan dalam waktu satu bulan, kami akan masuk ke dalam lokasi dan menutup bersama-sama,” tegas Riyanto.

Dia juga mengatakan bahwa pemasangan paranet oleh tim gabungan dinilainya bukan merupakan solusi, dan tidak akan menyelesaikan masalah.

Menanggapi hal tersebut, Awaluddin Muuri mengatakan akan segera menyelesaikan persoalan debu dari pengolahan limbah B3.

“Intinya kami akan bergerak cepat terkait apa yang diinginkan warga, dan kami berencana akan memasang penutup secara menyeluruh pada tempat pembuangan limbah B3,” tegasnya.

Awaluddin lantas mengajak warga me-review ulang yang selama ini telah disepakati bersama masyarakat Winong dengan Bupati Cilacap. “Dari kesepakan itu tentu sudah ada yang berjalan,” tandasnya.

Ditambahkan, kalau masih ada yang belum terlaksana kita akan sampaikan ke Bupati dan pihak terkait agar secepatnya mengeksekusi setiap janji yang diucapkan kepada masyarakat Winong.

Sementara, Direktur Teknik dan Operasional PT Sumber Segara Primadaya (S2P), Irvan Rachmat mengatakan jika ash yard atau tempat penampungan limbah B3 sudah berada di lokasi yang sesuai dengan AMDAL. Jika harus dipindahkan, maka harus mengubah izin AMDAL.

“Itu sudah sesuai dengan AMDAL. Kalau pindah harus mengubah AMDAL. Saat ini juga sudah dipasang paranet di lokasi ash yard,” ujarnya.

Sedangkan untuk pembuatan dome (kubah), membutuhkan waktu lama serta menyerap anggaran yang tidak sedikit.

“Itu harus diajukan, kan harus disepakati bersama. Pihak kami terbuka jika warga Winong ingin berembug. Kami akan terima,” tutur Irvan.

Pihak DLH dan PLTU, ujarnya, akan bertemu untuk membahas bagaimana keinginan warga. Intinya PLTU mendengar apa yang diminta warga terdampak.

“Ke depan, PLTU akan lebih terbuka dalam hal keseimbangan informasi,” tegasnya.

Irvan mengakui, memang masyarakat perlu mengetahui aktivitas PLTU yang sebenarnya. “Dan PLTU akan terbuka,” pungkasnya. (Estanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *