Maspolin.id

Pungutan PTSL Di Desa Kedungdowo Kudus Menuai Protes Warga

Kudus,Maspolin.id – Pungutan biaya PTSL di Desa Kedungdowo kecamatan Kaliwungu Kudus Jateng, senilai 600Rb menuai protes dari peserta PTSL dan warga masyarakat.

Dengan melakukan pungutan 600Rb untuk perbidaknya, berarti bisa di artikan panitia PTSL menyalahi apa yang sudah di tetapkan dalam SKB tiga Menteri ( Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Menteri Dalam Negeri, Menteri Desa Dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi) Nomor. 25/SK/V/2017; Nomor :590-3166A Tahun 2017; Nomer: 34 Tahun 2017 tentang Pembiayaan Persiapan Pendaftaran Tanah Sistematis ( PTSL) untuk wilayah Jawa dan Bali sebesar 150 ribu.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Kedungdowo menyayangkan sekali atas pungutan yang terlalu memberatkan masyarakat tersebut ” saya yang di tunjuk oleh masyarakat mewakili warga Desa Kedungdowo yang ikut serta dalam program PTSL dengan dikenakan biaya 600 ribu hal tersebut tentunya melanggar SKB dari tiga Menteri bahwa biaya PTSL, tidak boleh lebih dari Rp 150 Rb, jika hal tersebut tidak di tindak lanjuti oleh Panitia PTSL dan Kepala Desa untuk segera meluruskan permasalan tersebut, besar kemungkinan permasalahan ini kita akan menempuh jalur hukum, sesuai apa yang disepakati oleh warga ” ucap Noor rosyid saat kita konfirmasi

Salah satu Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat LSM ( GJL) Gerakan Jalan Lurus DPC Kudus, juga menyayangkan kejadian tersebut.

” Melakukan pungutan untuk Biaya PTSL yang melebihi apa yang telah di tetapkan Melalui SKB tiga Menteri untuk wiyah Jawa dan Bali sebesar 150 Rb. Sama halnya panitia PTSL telah berani mencederai program positif negara dan terkesan pula ada pembiaran oleh Kepala Desa Kedungdowo atas kejadian tersebut” ucap Deni Wibowo selaku Ketua LSM GJL Kudus di rumahnya.

Sungguh disayangkan program positif Presiden Joko Widodo terkait PTSL di terjemahkan keliru oleh Pemerintahan Desa. Padahal di Desa – Desa lain yang masih satu kecamatan, untuk PTSL di kenakan biaya 150 Ribu, contoh di Desa Papringan Kecamatan Kaliwungu Kudus.

Hendaklah kejadian ini menjadi renungan bagi semua masyarakat, aktivis, Penegak Hukum dan pemerintahan di atasnya.

Report ; Moh Sofii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *