Maspolin.id

Stop Dan Hentikan Kriminalisasi Terhadap Warga Lubang Buaya !!

Jakarta, Maspolin.id – Beberapa warga RT 013/09 kelurahan Lubang Buaya beserta Kuasa Hukumnya menolak dengan tegas adanya pengukuran tanah yang akan dilakukan pihak lawan dengan dibantu oleh BPN dan pihak kepolisian.

Oleh karena itu warga meminta kepada aparat kepolisian terkait untuk tidak mengintimidasi warga, sehingga membuat warga yang merasa menjadi korban meminta perlindungan dari rasa ketakutan dan juga resah.

Hal itu disampaikan oleh kuasa hukum dari warga yaitu Armyn Rustam Effendy. SH. MH mengatakan, ” agar pihak kepolisian dapat menindak lanjuti dan memproses segala laporan warga, tentang tindak premanisme 3 (tiga) truk yang datang kepada warga dan pencurian hp dan dompet yang pernah dilaporkan, yang sampai saat ini belum pernah ditindak lanjuti pihak kepolisian “, Ujarnya.

Sebagai Kuasa hukum dari warga RT 013/09 Kelurahan Cipayung, Kecamatan Lubang Buaya, Armyn Rustam Effendy. SH. MH mengatakan kepada awak media, hentikan kriminalisasi terhadap warga Cipayung. “Stop kriminalisasi warga kelurahan Cipayung, saat ini juga“, tegasnya.

Lanjut Armyn kemudian, warga RT 013/09, Cipayung akan menolak dengan tegas adanya pengukuran tanah yang akan dilakukan pihak lawan dibantu oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan pihak kepolisian. “Jika tidak puas silahkan mengajukan gugatan ke pengadilan karena warga taat hukum dan siap mengikuti prosedur hukum sesuai dengan undang-undang berlaku,” jelas Armyn, di dikawasan Kelurahan Cipayung, Lubang Buaya.

Armyn juga mengatakan “bahwa puluhan warga merasa terintimidasi oleh sekelompok preman dan diduga para preman tersebut melakukan pencurian terhadap warga, namun hingga saat ini juga belum ada prosesnya”, Terangnya.

Selanjutnya dari hasil mediasi yang dilakukan di lantai 2 kelurahan lubang buaya permasalahan ini akan ditindaklanjuti minggu depan bersama perangkat yang berkepentingan di kantor Polres Jakarta Timur. Oleh karena itu Warga pun sudah mempersiapkan dokumen finalisasi menuju PK.

Armyn menduga, adanya dugaan tindakan kriminal (memberi keterangan palsu) yang dilakukan oleh sekretaris Kelurahan. “Kita berharap agar Walikota Jakarta Timur ikut menindak lanjuti permohonan warga untuk mendapatkan perlindungan hukum setelah rapat bersama dikantor Walikota beberapa waktu lalu”, bebernya.

Berikutnya Armyn juga berharap Gubernur DKI jakarta bisa ikut andil dan memperhatikan serta melakukan pengawasan terhadap perkara kriminalisasi terhadap warga di lubang buaya ini.

Terakhir perlu diketahui rencana pihak kuasa hukum warga Bahwa pada hari Jumat tanggal 04 September 2019 kedepan, beberapa perwakilan warga akan memenuhi undangan dari Polrestro Jaktim untuk memenuhi undangan klarifikasi atas laporan dari pelapor, serta warga juga akan menunjukkan bukti kepemilikan tanahnya. Semoga dengan proses yang telah dilakukan ini, warga kembali mendapatkan haknya dan keadilan. (***)

Sumber: Indra Maulana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *