Maspolin.id

DUUHHH”PAK BUPATI MASYRAKAT PERDAGANGAN RESAH DAN PERTANYAKAN RSUD PERDAGANGAN MENJADI TEMPAT RUJUKAN PASIEN COVID-19″

DUUHHH”PAK BUPATI MASYRAKAT PERDAGANGAN RESAH DAN PERTANYAKAN RSUD PERDAGANGAN MENJADI TEMPAT RUJUKAN PASIEN COVID-19″.

Simalungun, Maspolin.id—Hampir seluruh Masyrakat Perdagangan Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun mempertanyakan kenapa RSUD Perdagangan dijadikan tempat rujukan pasien covid-19 oleh Bupati Simalungun Jr.Saragih.

Nani Janiar (40) warga Perdagangan saat berbincang dengan kru Maspolin.Id hari Minggu. tanggal 06/03/2020 sekira pukul 10.00 wib mengatakan”kenapalah harus di RSUD Perdagangan dibuat tempat rujukan terjangkit virus covid-19, Saya kira bang banyak lagi rsud yang lebih baik. canggih lagi peralatan medis dan lengkap, lagian apa gak kwatir kita semua warga Perdagangan ini di akibat ada nya pasien yang postif corona dirujuk di RSUD Perdagangan, kabarnya tiga orang pulak bang yang masuk. haduuuuuu jadi takut lah bang”tuturnya.

Senada dengan warga lain nya Aini (40) “ada ada saja bapak bupati kita ini kenapalah harus dirujuk ke RSUD Perdagangan ini, rsud ini disamping letaknya padat penduduk dan akses jalan menuju rsud ini sangat sempit apalagibdi pasar 1 A. udah jalan keci rame warga yg melintas. lagian fasilitas rsud ini apa sudah sesuai dengan ketentuan atau standart rumah sakit rujuk pasien covid 19 virus corona.
Uda gitu kami sangat khawatir bang karena lokasinya dekat dengan pemukiman penduduk bisa saja nantinya wabah covid19 virus corona ini rentan sekali menular kepada kami”katanya

Lebih lanjut Aini mengharapkan kepada Bapak Bupati Simalungun Jr. Saragih agar meninjau dan memindahkan rumah sakit rujukan covid19 virus corona ke rumah sakit lainnya yang daerahnya jauh dari pemukiman penduduk. harapnya.

Disisi lain Anata oki nawa sibagariang (30) selaku Div informasi dan pubilikasi LSM Lembaga Swadaya Masyrakat LRR RI Lingkar Rumah Rakyat menanggapi Maslah ini menurut keterangan dari Kementerian Kesehatan (Kemkes) menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) nomorHK.01.07/Menkes/182/2020 tentang jejaring laboratorium pemeriksaan corona virus disease 2019 (COVID-19).

Kepmenkes yang ditandatangani Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pada 16 Maret 2020 tersebut, berisi sembilan diktum. Diktum pertama, jejaring laboratorium pemeriksaan Covid-19 terdiri atas Laboratorium Rujukan Nasional Pemeriksaan Covid-19 dan Laboratorium Pemeriksa Covid-19.

Dan sesuai dengan lampiran surat keputusan gubernur sumut Edy Ramayadi nomor : 188.44/171/kpts/2020. tanggal 26 maret 2020. tentang rujukan rumah sakit pasien covid19 (corona) yang isinya didalamnya tidak terdapat rsud Perdagangan menjadi rumah sakit rujukan jenis penyakit covid 19 virus corona.

“Nah dalam hal ini saya juga bertanyak mengapa pak Bupati membuat RSUD Perdagangan menjadi tempat rujukan pasien yang terjangkit covid -19 padaal RSUD Perdagang tidak terdaftar sebagai tempat menangani virus covid-19 (corona) , rumah sakit RSUD Perdagangan dengan fasilitas yang kurang memadai untuk penanganan covid 19. sehingga membuat masyrakat sekitaran Perdagangan menjadi takut akan merambatnya wabah covid19 virus corona ke masyrakat, Saya berharap pasien covid-19 virus corona segera dirujuk ke tempat yang sudah ditentukan sesuai dengan keputusan Mentri kesehatan”katanya.

selanjutnya oki menerangkan daftar rumah sakit yang menangani pasien covid-19 untuk wilayah Sumatera sebagai berikut:

  1. RSUP H. Adam Malik
  2. RSUD Kabanjahe
  3. RSUD Dr. Djasamen Saragih
  4. RSUD Tarutung
  5. RSUD Kota Padang Sidimpuan.

Adapun rumah sakit yang ditambah untuk mengevakuasi utama pasien virus corona (Covid-19):

  1. Rumah Sakit GL Tobing atau Rumah Sakit PTPN di Tanjung Morawa sebagai evakuasi utama pasien Covid-19.

2.Rumah Sakit Sari Mutiara Medan disiapkan sebagai rumah sakit evakuasi cadangan. terangnya.

M.Ali.S.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *