Maspolin.id

Polres Temanggung Tetapkan Ayah Korban Sebagai Tersangka Kasus Pembakaran

MASPOLIN || TEMANGGUNG – AF (37) warga Dusun Tempuran Desa Losari Kecamatan Tlogomulyo Temanggung ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembakaran terhadap anak kandungnya ALF (12).

Hal tersebut disampaikan Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali kepada awak media pada saat Konferensi Pers yang bertempat di Aula Sumbing Sindoro, Kamis (04/06/20) sore.

“Berdasarkan olah TKP, keterangan saksi, barang bukti dan pemeriksaan terhadap pelaku maka AF yang merupakan ayah korban kita tetapkan sebagai tersangka,” terangnya.

Kapolres menjelaskan bahwa kejadian pembakaran terjadi pada tanggal 27 Mei 2020 sekira pukul 14.30 Wib dan tempat kejadian perkara (TKP) di rumah pelaku.

Kejadian bermula pada saat korban minta ijin kepada ibunya mau pergi ke tetangga desa untuk berlebaran namun dilarang dengan alasan pendemi covid19 dan Desa dilakukan penutupan selama 2 hari.

Korban tidak mau mendengar nasihat ibunya tersebut kemudian sambil berlalu bilang luweh (biarin). AF yang merupakan ayah korban jengkel mendengar jawaban tersebut dan spontan mengambil jerigen bensin kemudian di siramkan ketubuh korban sambil mengancam akan membakar korban.

“AF bilang tak obong koe (tak bakar kamu) hanya untuk menakut-nakuti korban agar mau mendengar nasehat orang tuanya,” lanjutnya.

Namun naas korek api yang dinyalakan untuk menakut-nakuti tersebut sudah terlanjur menyambar tubuh korban, karena panik tersangka lari mengambil air dengan gayung dan dikarenakan terburu-buru air tersebut sebagian tumpah sehingga api tidak dapat dipadamkan.

“AF berusaha mematikan api dengan memeluk korban sehingga keduanya mengalami luka bakar yang cukup serius,” ungkapnya.

Lebih lanjut orang nomor satu di Polres Temanggung tersebut menjelaskan bahwa api berhasil dipadamkan oleh para tetangga kemudian keduanya di bawa ke RSUD Temanggung, namun karena luka cukup parah korban dirujuk ke RS Sardjito Jogjakarta dan setelah mengalami perawatan korban meninggal.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka kita jerat dengan pasal 44 Ayat 3 UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga dan/atau pasal 76C juncto pasal 80 Ayat (3) UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan/atau pasal 187 Ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 Tahun penjara,” pungkasnya.

GONDRONG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *